Rusia ingin investigasi MH17 pakai data mereka

Senin, 3 Oktober 2016 16:11 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Rusia ingin investigasi MH17 pakai data mereka Bangkai pesawat MH17 di Ukraina dievakuasi. ©REUTERS/Antonio Bronic

Merdeka.com - Investigasi penyebab meledaknya pesawat maskapai Malaysia Airlines MH17 milik maskapai masih terus berlanjut. Dari hasil penyelidikan tim independen Belanda menyebutkan rudal yang menghancurkan pesawat itu bikinan Rusia. Dengan kata lain Rusia disalahkan atas insiden ini.

Namun, pemerintah Rusia menolak disalahkan. Dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, mengatakan, Negeri Beruang Merah ingin investigasi dilakukan secara adil.

"Langkah ke depan pemerintah Rusia adalah agar penyelidikan dilakukan juga dengan bukti-bukti dari kami," katanya, Senin (3/10).

Berkali-kali Galuzin mengatakan, rudal yang ditembakkan dan mengenai pesawat MH17 bukan milik negaranya.

"Rudal bukan berasal dari teritori Rusia. Rudal itu diluncurkan oleh pemberontak Ukraina," lanjut dia.

Galuzin mengatakan, dalam persidangan, jaksa internasional memperlihatkan video bukti rudal berasal dari Rusia. Namun, Galuzin mengatakan video tersebut dikeluarkan di bawah kontrol militer Ukraina.

"Sebuah video diperlihatkan kepada kami oleh jaksa internasional. Video itu dikeluarkan beberapa saat setelah insiden, dan sepertinya berada di bawah kendali militer Ukraina," ucapnya.

Hari ini, pemerintah Rusia memanggil Duta Besar Belanda untuk Rusia mengenai investigasi ini. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan ada motif politik di balik penyelidikan terkait MH17.

"Rusia kecewa melihat situasi yang tidak berubah atas penyelidikan kecelakaan pesawat ini. Jaksa Belanda menyimpulkan bahwa ada motif politik di balik investigasi ini," ujar Juru Bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova.

Pesawat MH17 milik maskapai Malaysia Airlines ditembak jatuh oleh rudal dari wilayah perbatasan Rusia dan Ukraina. Seluruh 283 penumpang dan 15 awak kabin pesawat rute Amsterdam-Kuala Lumpur tersebut tewas pada insiden yang terjadi 17 Juli 2014 itu. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini