Rusia dan China Kerja Sama Kembangkan Obat Anti-Virus Universal

Kamis, 17 September 2020 11:25 Reporter : Merdeka
Rusia dan China Kerja Sama Kembangkan Obat Anti-Virus Universal Ilustrasi vaksin. ©Shutterstock.com/baitong333

Merdeka.com - Institur Biologi Kimia dan Pengobatan Fundamental Cabang Siberia dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, dan Institut Penelitian dan Kerjasama Teknologi dan Sains Linyi China akan bekerjasama melakukan penelitian dalam pembuatan obat antiviral universal.

Dilansir dari laman Sputnik, (17/9), penelitian akan berfokus pada asam ribonukleat virus (RNA) dan mencoba mengembangkan ribonuklease. Senyawa kimia dengan berat molekul yang rendah ini akan melarutkan RNA virus, sehingga memungkinkan untuk membuat obat yang akan bekerja melawan berbagai jenis virus.

Salah satu senyawa yang bernama AS-1 telah dipatenkan dan sudah melalui semua uji klinis yang diperlukan. Setelah pandemi Covid-19, lonjakan minat terhadap senyawa tersebut meningkat.

“Pihak China telah menyatakan minat dan ada rencana untuk mendirikan laboratorium dan perusahaan bersama untuk penelitian lebih lanjut serta uji klinis,” jelas Vladimir Silnikov, kepala laboratorium sintesis organik Rusia.

Silnikov menambahkan, di antara rencana selanjutnya adalah menggunakan metode mereka untuk membuat obat melawan virus tertentu.

Rusia telah mendaftarkan vaksin pertama di dunia melawan Covid-19 yang dijuluki Sputnik V pada 11 Agustus. Vaksin ini diharapkan awalnya didistribusikan di antara kelompok-kelompok khusus seperti petugas kesehatan dan guru, sebelum secara bertahap meluas ke masyarakat umum.

Reporter Magang: Galya Nge [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini