Rusia berencana ciptakan internet independen untuk negara BRICS

Kamis, 30 November 2017 08:00 Reporter : Ira Astiana
Rusia berencana ciptakan internet independen untuk negara BRICS ilustrasi internet. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dewan Keamanan Rusia meminta pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur internet independen untuk negara-negara BRICS, yang akan terus beroperasi jika internet global mengalami malfungsi.

Rencana pembuatan internet independen ini dibahas pada pertemuan Dewan Keamanan pada Oktober lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi memberi tenggat waktu sampai 1 Agustus 2018 untuk menyelesaikan proyek ini.

"Semakin meningkatnya kemampuan negara-negara Barat dalam meluncurkan operasi yang mengancam di dunia maya, maka hal ini menjadi ancaman serius bagi keamanan Rusia," kata seorang anggota dewan, dikutip dari Russia Today, Rabu (29/11).

Atas usulan tersebut, maka dewan memutuskan untuk membuat sistem cadangan terpisah dari Server Name Domain (DNS) yang tidak bisa dikendalikan oleh organisasi internasional. Sistem ini akan digunakan oleh negara-negara blok BRICS, Brasil, Rusia, India, China, dan Afrola Selatan.

Masalah ketergantungan berlebihan terhadap DNS global sebelumnya telah ditangani oleh Rusia. Pada 2014 lalu, Kementerian Komunikasi Rusia melakukan simulasi dengan menghentikan layanan internet global dan menggunakan sistem cadangan Rusia untuk menjelajahi internet di dalam negeri.

Namun, menurut keterangan Sekretaris Pers Vladimir Putin, Dmitry Peskow, saat itu pemerintah tidak akan memutuskan koneksi internet global dan menggantinya dengan cadangan semudah itu.

"Pemutusan internet global oleh Rusia tentu saja tidak masuk akal. Kami tetap harus memastikan keamanan nasional dengan tetap menggunakan DNS global," tegasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Rusia
  2. Teknologi
  3. Internet
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini