Rusia Bantah Laporan Intelijen AS Soal Dugaan Putin Ikut Campur dalam Pilpres AS 2020

Rabu, 17 Maret 2021 17:00 Reporter : Hari Ariyanti
Rusia Bantah Laporan Intelijen AS Soal Dugaan Putin Ikut Campur dalam Pilpres AS 2020 Pertemuan Trump dan Putin di KTT G20. ©2019 REUTERS/Kevin Lamarque

Merdeka.com - Pada Rabu, Rusia menyebut laporan intelijen AS yang mengungkapkan Presiden Vladimir Putin sepertinya mengarahkan upaya untuk mempengaruhi pilpres AS 2020 untuk mendukung Donald Trump itu tak berdasar.

Laporan 15 halaman yang dirilis pada Selasa, memperberat tuduhan lama adanya beberapa pejabat Trump ‘bermain’ dengan Moskow, menyebarkan kampanye yang merugikan Joe Biden oleh tokoh-tokoh Ukraina yang terkait dengan Rusia menjelang pilpres 3 November.

Komunitas intelijen AS mengungkapkan dalam sebuah laporan penting, pemerintah Rusia ikut campur dalam pilpres 2020 dengan kampanye “merendahkan” Presiden Joe Biden dan “mendukung” mantan Presiden Donald Trump.

Laporan ini juga merinci dorongan kampanye disinformasi besar-besaran yang berhasil ditargetkan, dan secara terbuka disetujui sekutu Trump.

Laporan tersebut menyampaikan, tujuan Rusia tidak terbatas hanya untuk merugikan pencalonan Biden dan membantu Trump, Moskow juga berusaha untuk merusak “kepercayaan publik dalam proses pemilihan dan memperburuk perpecahan sosial politik di AS.”

Laporan itu juga menyimpulkan Presiden Rusia Vladimir Putin “menyadari dan mungkin mengarahkan” operasi itu untuk merugikan Biden - dan mendukung Trump, seperti yang dia lakukan dalam pemilu 2016.

Tiga sumber yang berbicara dalam kondisi anonim menyampaikan, Washington diperkirakan akan menjatuhkan sanksi pada Moskow secepatnya pekan depan karena tuduhan itu. Sanksi itu juga dapat mengatasi peretasan dunia maya yang dituduhkan pada Rusia yang memanfaatkan perusahaan AS SolarWinds Corp untuk menembus jaringan pemerintah AS.

Rusia membantah terlibat dalam peretasan itu.

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada empat pejabat senior Rusia awal bulan ini atas perlakuan Moskow terhadap tokoh oposisi Alexei Navalny. Moskow menganggap tindakan AS ini sebagai campur tangan urusan dalam negerinya yang tidak bisa diterima.

Pada Rabu, Kedutaan Besar Rusia di Washington menuduh Amerika Serikat berusaha merusak citra Rusia dan menyalahkan pihak lain atas masalahnya sendiri.

“Kami menyatakan bahwa Washington terus mempraktikkan 'megafon diplomasi’, dengan tujuan utama menjaga citra negatif Rusia. Untuk menyalahkan pemain eksternal yang mendestabilisasi situasi di dalam negeri,” jelasnya, dilansir Al Arabiya, Rabu (17/3).

“Sikap pemerintah ini hampir tidak sesuai dengan dialog pakar yang kami usulkan setara dan saling menghormati dalam mencari solusi untuk masalah yang paling mendesak. Tindakan Washington tidak mengarah pada normalisasi hubungan bilateral.” [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini