Rumah Sakit di Yerusalem Dipenuhi Warga Palestina Korban Luka Serius

Selasa, 11 Mei 2021 11:32 Reporter : Pandasurya Wijaya
Rumah Sakit di Yerusalem Dipenuhi Warga Palestina Korban Luka Serius bentrokan warga palestina dengan aparat keamanan israel di al aqsa. ©AFP

Merdeka.com - Sejumlah warga Palestina yang terluka akibat bentrokan dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa memenuhi ruangan aula sebuah rumah sakit di Yerusalem timur kemarin. Sebagian korban kehilangan mata karena terkena tembakan peluru karet.

Ezzedine, 19 tahun, tukang kayu asal Kota Nablus, Tepi Barat, mengatakan dokter di Rumah Sakit Makassed memberitahu dia mata sebelah kirinya tidak akan bisa melihat lagi setelah terluka dalam bentrokan.

Ezzedine pergi ke Al-Aqsa untuk melaksanakan ibadah salat tarawih pada Jumat malam ketika polisi Israel mulai melepaskan tembakan granat kejut dan gas air mata.

"Mereka ingin mengambil tempat yang bukan milik mereka," kata dia kepada AFP, seperti dilansir laman the Straits Times, Selasa (11/5).

Israel berkukuh mengatakan mereka menjaga hak warga muslim untuk beribadah di Al-Aqsa namun aparat harus mengatasi kerusuhan di kompleks masjid itu setelah warga Palestina melempari batu.

Lebih dari 700 warga Palestina dan puluhan polisi Israel terluka sejak Jumat lalu akibat bentrokan di Al-Aqsa dan sebagian wilayah Israel di Yerusalem timur.

Direktur Rumah Sakit Makassed Adnan Farhoud mengatakan 100 pasien datang pada Senin pagi dan menyusul 200 orang lagi setelah bentrokan pertama terjadi.

Dia mengatakan sebagian besar korban mengalami luka di kepala, dada, dan tubuh bagian atas dan bawah. Menurut Farhoud tentara Israel sengaja ingin membuat luka serius.

"Kalau Anda ingin menyakiti orang maka Anda menembak ke kepala," kata dia kepada AFP.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan mereka mendirikan rumah sakit sementara di lapangan untuk merawat korban luka sebelum membawa mereka ke rumah sakit setempat.

Farhoud menuturkan kekerasan di Yerusalem kali ini adalah yang terparah sejak beberapa tahun lalu meski tidak seburuk pada 1990 ketika 20 orang Palestina tewas dalam bentrokan dengan polisi Israel di Al-Aqsa.

"Sebelumnya mereka memakai peluru tajam," kata Farhoud. "Sekarang mereka memakai peluru karet. Luka karena peluru karet memang tidak mematikan tapi bisa menyebabkan luka serius." [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini