RS di India Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 Saat Angka Kematian Lampaui 200.000

Kamis, 29 April 2021 09:54 Reporter : Hari Ariyanti
RS di India Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 Saat Angka Kematian Lampaui 200.000 Kremasi Massal Korban Covid-19 di India. ©2021 AFP/Jewel SAMAD

Merdeka.com - India telah mencapai angka kematian virus corona yang memilukan, 200.000, disertai tekanan bagi banyak rumah sakit yang belum menunjukkan tanda pasien berkurang di tengah hantaman gelombang kedua wabah virus corona.

Angka kematian sesungguhnya diperkirakan jauh lebih besar, di mana banyak kematian yang tidak tercatat secara resmi.

Persediaan oksigen masih sangat kurang di seluruh negeri, di mana pasar gelap menjadi satu-satunya pilihan bagi beberapa orang demi menyelamatkan orang tercinta.

Krematorium beroperasi tanpa henti, dengan tumpukan kayu untuk membakar jasad disiapkan di lahan-lahan parkir.

Dalam sepekan terakhir, ada sedikitnya 300.000 infeksi baru setiap hari. Pada Rabu, infeksi baru mencapai lebih dari 360.000 kasus. Secara keseluruhan, lebih dari 17,9 juta kasus infeksi yang tercatat secara resmi.

Bantuan dari Inggris dan Singapura mulai tiba di India. Rusia, Prancis, dan Selandia Baru berjanji untuk mengirim peralatan medis darurat, dan musuh regional India, Pakistan dan China juga mengesampingkan perbedaan mereka dan berjanji mengirim bantuan.

Dikutip dari BBC, Kamis (29/4), AS akan mulai mengirim persediaan medis bernilai lebih dari USD 100 juta, di samping bantuan dari sejumlah negara bagian AS dan perusahaan swasta juga menyiapkan oksigen, peralatan, dan pasokan medis untuk rumah sakit di India.

Namun demikian, para pakar mengatakan bantuan itu hanya akan berdampak terbatas terhadap negara berpenduduk 1,3 miliar itu.

Situs web pemerintah untuk mendaftar vaksinasi mengalami gangguan segera setelah dirilis pada Rabu, ketika puluhan ribu orang berusaha mengaksesnya. Sementara itu di negara bagian Assam, gempa dengan kekuatan 6,4 SR merusak sejumlah rumah sakit yang telah mengalami ketegangan dengan banyaknya pasien yang harus dirawat.

Baca Selanjutnya: Data kematian di India dinilai...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini