Rohingya dan Filipina Selatan jadi fokus Indonesia di KTM OKI

Rabu, 12 Juli 2017 12:43 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Rohingya dan Filipina Selatan jadi fokus Indonesia di KTM OKI Sandera Abu Sayyaf. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Indonesia terus mendorong perdamaian di Rakhine State dan Filipina Selatan. Hal ini juga dibawa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Pertemuan Tingkat Menteri Organisasi kerja Sama Islam (KTM OKI) di Abidjan, Pantai Gading.

"Melalui resolusi mengenai Rohingnya, Indonesia terus mendorong pentingnya OKI memberikan kontribusi positif terhadap upaya untuk mencari solusi jangka panjang di Rakhine State," demikian dikutip dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, Rabu (12/7).

Secara khusus, Indonesia mendorong agar OKI mendukung pemerintah Myanmar untuk melakukan proses perdamaian di Rakhine State. Termasuk di dalamnya, pemberian bantuan kemanusiaan dan peningkatan kapasitas.

Selain itu, mengenai Filipina Selatan, Indonesia secara khsuus mendorong OKI dan masyarakat internasional memprioritaskan bantuannya pada proses perdamaian.

"Hal ini supaya tidak terganggu dengan adanya ancama keamanan dari berbagai kelompok teroris di kawasan," tutur Kemlu dalam keterangan tertulis tersebut.

Indonesia juga menekankan bahwa ancaman keamanan dan teror di Mindanao menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan kawasan serta dunia.

Selain dua resolusi tersebut, ada juga adopsi mengenai tindak lanjut dari inisiatif Indonesia terkait pembentukan Contact Group on Peace and Conflict Resolution yang menyepakati untuk segera menyelesaikan penyusunan Terms of Reference (TOR) contact group tersebut. Disamping itu, Indonesia juga telah mengganggas dikeluarkannya resolusi terkait pentingnya kerjasama seluruh negara OKI pada forum OIC Broadcasting Regulatory Authorities Forum (IBRAF). Resolusi IBRAF tersebut diusulkan Indonesia yang selalu memajukan peran penting media sebagai salah satu pilar demokrasi, serta merupakan salah satu pemangku kepentingan dalam upaya memerangi terorisme melalui pengelolaan berita yang positif dan konstruktif.

Dalam pertemuan debat umum khusus mengenai “Pemuda dan Perdamain” ini, Retno kembali menyapaikan pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai dialog, toleransi dan saling menghargai perbedaan. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda ini menekankan bahwa semua negara OKI memiliki kewajiban untuk meneruskan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.

"Jika anak-anak dibiasakan dengan kekerasan maka mereka akan tumbuh menjadi manusia yang penuh dengan kekerasan. Jika anak-anak hanya melihat senjata, maka saya khawatir anak-anak akan berkeyakinan bahwa senjata akan dapat menyelesaikan semuanya," tegas Menlu Retno. [che]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini