Rodrigo Duterte Ingin Nama Filipina Diganti Jadi Maharlika

Rabu, 13 Februari 2019 15:46 Reporter : Hari Ariyanti
Rodrigo Duterte Ingin Nama Filipina Diganti Jadi Maharlika Rodrigo Duterte. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan nama Filipina harus diganti menjadi Maharlika, yang memiliki arti cukup terhormat dalam bahasa lokal. Awalnya usulan penggantian nama ini pernah disampaikan Ferdinan Marcos.

Duterte mengatakan nama Filipina mengingatkan pada sejarah kolonialisme masa lalu. Dimana nama Filipina berasal dari nama Raja Spanyol, Philip II.

Terkait usulan ini, Presiden Senat Filipina, Tito Sotto mengatakan penggantian nama negara harus terlebih dulu mengubah konstitusi. "Usulan itu mensyaratkan banyak perubahan," ujar Sotto dilansir dari South China Morning Post, Rabu (13/2).

Duterte juga mendorong perubahan piagam negara, terutama untuk mengukuhkan pembentukan pemerintahan federal.

"Suatu hari, mari kita ubah," kata Duterte setelah membagikan sertifikat tanah di provinsi selatan Maguindanao yang mayoritas Muslim. “Marcos benar. Dia ingin mengubahnya ke Maharlika, karena itu adalah kata Melayu yang lebih berarti konsep ketenangan dan kedamaian," jelasnya.

Ferdinand Marcos yang dikenal sebagai pemimpin diktator digulingkan dari kekuasaan tiga dekade lalu. Marcos yang pertama kali menyarankan perubahan nama Filipina dengan tujuan memperkuat nasionalisme setelah Filipina berada di bawah kekuasaan militer.

Marcos melarikan diri ke Hawaii pada 1986 setelah pemberontakan rakyat. Dia berkuasa selama 20 tahun dan selama berkuasa keluarganya dilaporkan mengumpulkan kekayaan dengan nilai USD 10 miliar.

Pada Agustus 2018, Duterte mengatakan korupsi dan obat-obatan terlarang begitu mengakar di Filipina sehingga jika dia tidak ada, akan lebih baik dijalankan oleh seorang diktator seperti Marcos. Dia juga tampak mendukung putra Marcos - Ferdinand Marcos Jnr, yang lebih dikenal dengan "Bongbong" - sebagai wakil presiden pilihannya, berpotensi membuka jalan bagi suksesi menuju jabatan puncak jika Duterte mundur sebelum masa jabatannya berakhir pada 2022. Pada tahun 2016, Duterte juga menyatakan akan mengizinkan jenazah Marcos dimakamkan di taman makam pahlawan Filipina, walaupun kemudian ditentang keras. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Filipina
  2. Rodrigo Duterte
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini