Richard Branson Uji Coba Terbang ke Luar Angkasa dengan Pesawat Virgin Galactic

Senin, 12 Juli 2021 17:00 Reporter : Hari Ariyanti
Richard Branson Uji Coba Terbang ke Luar Angkasa dengan Pesawat Virgin Galactic Richard Branson. ©Time

Merdeka.com - Miliarder asal Inggris, Richard Branson pada Minggu terbang lebih dari 50 mil di atas gurun New Mexico menggunakan pesawat roket Virgin Galactic-nya dan kembali dengan selamat dalam penerbangan uji coba pertama kendaraan berawak penuh ke luar angkasa, sebuah tonggak simbolis untuk usaha yang dia mulai 17 tahun lalu.

Branson, salah satu dari enam karyawan Virgin Galactic Holding Inc (SPCE.N) yang ikut dalam perjalanan tersebut, menggembargemborkan misi itu sebagai pendahulu era baru pariwisata ruang angkasa, di mana perusahaan yang dia dirikan pada 2004 siap memulai operasi komersial tahun depan.

"Kami di sini membuat ruang angkasa lebih dapat diakses oleh semua orang," kata Branson (70) penuh semangat, tak lama setelah memeluk cucunya setelah penerbangan itu.

“Selamat datang di era fajar baru ruang angkasa,” lanjutnya, dilansir Reuters, Senin (12/7).

Bos Amazon, Jeff Bezos, yang juga tengah mengembangkan roket ruang angkasanya menyampaikan selamat kepada Branson.

"Selamat atas penerbangannya," kata Bezos di Instagram.

"Tidak sabar bergabung dengan klub ini!"

Acara peluncuran, yang disiarkan langsung dan dipandu komedian Stephen Colbert itu juga dihadiri miliarder Elon Musk.

Pesawat ruang angkasa putih berkilau itu diterbangkan dengan menempel di bagian bawah pesawat jet ganda VMS Eve (dinamai untuk mengenang mendiang ibu Richard Branson) dari Spaceport America, fasilitas milik negara di dekat kota Truth or Consequences. Virgin Galactic menyewakan sebagian besar fasilitas tersebut.

Mencapai titik peluncuran di ketinggian sekitar 46.000 kaki, pesawat roket penumpang VSS Unity dilepaskan dari pesawat induk dan jatuh saat kru menyalakan roketnya, mengirimkannya melesat lurus ke atas dengan kecepatan supersonik ke kegelapan ruang angkasa dengan ketinggian sekitar 86 kilometer.

Contrail pesawat ruang angkasa itu terlihat jelas dari darat saat membubung tinggi melalui atmosfer atas, hingga sorak-sorai penonton di bawah.

Di puncak penerbangan dengan roket dimatikan, kru kemudian mengalami beberapa menit gayaberat mikro, sebelum pesawat ruang angkasa beralih ke mode masuk kembali, dan mulai meluncur turun ke landasan pacu di stasiun atau pelabuhan antariksa. Seluruh penerbangan berlangsung sekitar satu jam.

"Saya pernah menjadi seorang anak dengan mimpi melihat bintang-bintang. Sekarang saya orang dewasa di sebuah pesawat ruang angkasa melihat ke bawah ke Bumi kita yang indah," kata Branson dalam sebuah video dari luar angkasa.

2 dari 2 halaman

Harga tiket

Virgin Galactic mengatakan pihaknya merencanakan setidaknya dua penerbangan uji coba lebih lanjut dari pesawat luar angkasa dalam beberapa bulan ke depan sebelum memulai operasi komersial reguler pada 2022. Salah satu penerbangan itu akan membawa empat astronot Italia dalam pelatihan, menurut CEO perusahaan Michael Colglazier.

Colglazier mengatakan 600 calon astronot dari kalangan orang kaya juga telah melakukan reservasi, dengan harga sekitar USD 250.000 atau sekitar Rp 3,6 miliar per tiket untuk penerbangan luar angkasa ini.

Branson mengatakan ingin menurunkan harga tiket menjadi sekitar USD 40.000 atau sekitar Rp 579 juta per kursi karena perusahaan ingin meningkatkan layanan, mencapai skala ekonomi yang lebih besar.

Colglazier membayangkan akhirnya pihaknya membangun armada yang cukup besar untuk menampung sekitar 400 penerbangan setiap tahun di pelabuhan antariksa.

Bank investasi UBS yang berbasis di Swiss memperkirakan nilai potensial pasar pariwisata luar angkasa mencapai USD 3 miliar per tahun pada tahun 2030.

Kuncinya adalah membuktikan perjalanan roket ke ruang angkasa aman bagi publik.

Prototipe sebelumnya dari pesawat roket Virgin Galactic jatuh saat uji terbang di atas Gurun Mojave California pada tahun 2014, menewaskan satu pilot dan melukai satu pilot lainnya. [pan]

Baca juga:
Sosok Nora Al-Matrooshi, Astronaut Wanita Arab Pertama
China Kirim Tiga Astronot ke Ruang Angkasa Selama Tiga Bulan
Bikin Stasiun Ruang Angkasa, China Luncurkan Shenzhou-12
Sejarah 16 Juni 1963: Valentina Tereshkova Menjadi Wanita Pertama di Luar Angkasa
Peristiwa 24 April 1967: Kecelakaan Soyuz 1 yang Tewaskan Kosmonot di Dalamnya
Mengenal Nora Al-Matrooshi, Astronot Wanita Pertama dari Arab Saudi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini