Ribuan orang Kasta Dalit berunjuk rasa menentang keputusan diskriminatif MA India

Selasa, 3 April 2018 11:32 Reporter : Merdeka
Ribuan orang Kasta Dalit berunjuk rasa menentang keputusan diskriminatif MA India Polisi anti huru hara berjalan melewati bus yang dirusak saat unjuk rasa di Mumbai, India. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Puluhan ribu orang dari kasta Dalit berunjuk rasa memprotes keputusan Mahkamah Agung yang melemahkan perlindungan bagi masyarakat dengan kasta yang lebih rendah pada Senin (2/4). Awalnya demonstrasi berjalan damai, namun tiba-tiba massa menjadi ricuh dan memblokir jalur kereta api akses jalan utama di negara bagian Madhya Pradesh.

Menurut Rahul Jain, kepala administrasi Distrik Gwalior di Madhaya Pradesh, tiga orang tewas ketika protes berubah menjadi kekerasan. Ada satu kematian di masing-masing distrik Bhind dan Morena Madhya Pradesh, menurut pejabat setempat.

Polisi memberlakukan jam malam di beberapa bagian Madhya Pradesh segera setelah kematian pertama, kata polisi Superintendent Ashish Singh dari distrik Morena kepada CNN.

Di Punjab, negara bagian dengan persentase tertinggi penduduk Dalit, kasta rendah India, pengunjuk rasa menutup negara bagian utara, memaksa pemerintah menghentikan transportasi umum, menutup bank dan lembaga pendidikan dan menunda ujian sekolah menengah.

Meski demikian, tidak semua protes dilakukan dengan kekerasan atau dalam skala besar. Di Delhi, Ibu Kota India demonstrasi berlangsung damai.

Dalam sistem kasta Hinduisme, di India, Dalit secara tradisional berada di anak tangga paling bawah. Sehingga ada istilah yang dikenal dengan sebutan 'haram disentuh'.

Anggota kasta yang lebih tinggi terkadang menganggap mereka tidak murni, dan di tempat-tempat tertentu, mereka tidak diizinkan memasuki rumah atau kuil komunitas kasta tinggi atau berbagi peralatan dengan mereka.

Sejumlah kekerasan yang berujung kematian kerap menimpa kaum Dalit India. Biasanya, hanya masalah sepele. Seperti menonton bioskop hingga pria Dalit menumbuhkan kumis.

Meski demikian, kaum Dalit boleh berbangga. Pasalnya, presiden India, Ram Nath Kovind (71), berasal dari kasta golongan paling rendah itu.

Kemenangan Kovind bersejarah mengingat ia merupakan warga dari komunitas Dalit kedua yang terpilih menjadi presiden Negeri Hindustan. Sebelumnya, terdapat Kocheril Raman Narayanan yang menduduki kursi tersebut. Ia menjabat pada 1997-2002.

Presiden India dipilih oleh sebuah electoral college yang anggotanya terdiri dari majelis parlemen dan majelis negara. Fakta ini jelas menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) dan sekutunya sebagai partai pemerintah.

Di India, presiden hanya berfungsi sebagai kepala negara. Sementara kekuasaan eksekutif ada di tangan perdana menteri yang saat ini dijabat oleh Narendra Modi.

Reporter:Arie Mega Prastiwi

Sumber: Liputan6 [frh]

Topik berita Terkait:
  1. India
  2. Diskriminasi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini