RI Jadi Anggota Dewan Maritim Internasional, Bisa Ikut Buat Regulasi Pelayaran Dunia

Senin, 2 Desember 2019 15:20 Reporter : Hari Ariyanti
RI Jadi Anggota Dewan Maritim Internasional, Bisa Ikut Buat Regulasi Pelayaran Dunia Kapal pesiar MS Roald Amundsen. ©Hurtigruten/Handout via Reuters

Merdeka.com - Indonesia terpilih menjadi anggota Dewan International Maritime Organization atau Organisasi Maritim Internasional (IMO) di London, Inggris beberapa hari lalu. Indonesia menjadi salah satu dari lima negara peraih suara terbanyak dari 24 kandidat.

Terkait dampak konkretnya untuk Indonesia, Dirjen Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febryan Ruddyard menyampaikan, salah satunya adalah Indonesia akan terlibat dalam penyusunan norma atau regulasi terkait keamanan pelayaran perdagangan antar berbagai negara. Febryan menjelaskan, IMO utamanya bertujuan untuk keamanan bidang pelayaran.

"Dengan menjadi anggota executive council kategori C, kita bisa karena ini kan executive body-nya IMO kita bisa ikut lebih banyak terlibat dalam menyusun norma-norma safety pelayaran di perdagangan," jelasnya di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

Tak hanya itu, Febryan menyampaikan Indonesia juga bisa menyuarakan berbagai isu lainnya seperti pembangunan lingkungan berkelanjutan dan pemberdayaan manusia dalam dunia pelayaran. Dia mengatakan kendati Indonesia tak dominan dalam bidang penyedia jasa dan pengguna pelayaran, tapi memiliki wilayah maritim yang luas. Isu keamanan pelayaran juga menjadi sangat penting. Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga menjadi salah satu wilayah lalu lintas pelayaran yang banyak dilalui kapal-kapal dari berbagai negara.

"Tentunya kita punya concern dong kalau di situ ada masalah keselamatan, masalah keamanan pelayaran. Dengan adanya di dalam council, kita bisa berbuat lebih banyak juga. Kedua, kita bisa merepresentasikan negara-negara lain yang tidak masuk di dalam council untuk bisa men-channeling concern mereka terhadap masalah pelayaran," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Auditor Eksternal IMO

Indonesia atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI juga terpilih menjadi auditor eksternal IMO. Tugasnya adalah melakukan audit keuangan dan kinerja IMO. Dalam hal ini, Indonesia mengalahkan dua negara; Italia dan Inggris.

Untuk mendorong agar BPK RI terpilih menjadi auditor eksternal IMO, Kemenlu melobi sejumlah negara. Sebelumnya, Indonesia hanya didukung lima negara.

"Ini luar biasa teman-teman di bagian pencalonan. Ketika kita mulai, kira-kira tiga minggu sebelum mulai kita rapat, kita baru punya lima dukungan (negara) tiga minggu sebelumnya. Kita ke sana (London), kita dekati semua negara-negara," jelasnya.

Terpilihnya Indonesia ini karena tiga hal yaitu pengakuan, dukungan politis, dan kemampuan BPK yang lebih unggul dari negara lain. Setelah tiga pekan berikutnya, Indonesia berhasil mendapat dukungan dari 74 negara.

"Kita harus lobi satu-satu, datangi satu-satu, tunjukkan BPK dan BPK ini menangnya adalah dia sedikit dari banyak supervisor audit negara yang independen, tidak bagian dari pemerintah. Kita ini kan independen. Enggak banyak lho negara yang begini. Italia dan Inggris di bawah eksekutif. Itu lho independen artinya dalam UU kita di tidak di bawah eksekutif. Itu yang menjadikan poin lebih dari Indonesia," jelas Febryan.

Selain itu keunggulan BPK menurutnya karena cakupan pemeriksaannya yang cukup luas, melingkupi seluruh provinsi dan ratusan kabupaten dan kota. Sementara tak semua negara memiliki lembaga audit yang cakupan tugasnya seluas BPK.

"Internal audit office di berbagai negara tidak semua punya kemampuan itu. Dan yang ketiga, efisien karena tawarannya paling mudah," pungkasnya. [pan]

Baca juga:
Keberhasilan di IMO Momentum Wujudkan RI Jadi Poros Maritim Dunia
Indonesia Kembali Terpilih Menjadi Anggota Dewan IMO Periode 2020-2021
BPK Jadi Kandidat Eksternal Auditor Organisasi Maritim Internasional
Menhub Budi Lobi Swedia Dukung Indonesia Jadi Anggota Dewan IMO 2020-2021
Ketua MAI Beberkan Konsep Pembangunan Berkelanjutan Sektor Perikanan RI
Tingkatkan Pengelolaan Pelabuhan, Pelindo II Gandeng Malaysia

Topik berita Terkait:
  1. Poros Maritim Dunia
  2. Kelautan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini