Ramai kecaman, Benjamin Netanyahu tetap akan temui Donald Trump

Kamis, 10 Desember 2015 11:21 Reporter : Ardyan Mohamad
Ramai kecaman, Benjamin Netanyahu tetap akan temui Donald Trump PM Netanyahu akan temui Donald Trump. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berencana menemui bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang berkunjung pada 28 Desember mendatang. Pemimpin Negeri Zionis berkukuh menemui politikus kontroversial itu, kendati tidak menyetujui kebijakan melarang muslim masuk AS yang diusulkan Trump.

Lewat akun Twitter resminya hari ini, Kamis (10/12), kantor Perdana Menteri Israel menyatakan gagasan melarang muslim ke AS itu tidak bisa diterima. "Kami menolak substansi pernyataan Donald Trump tentang muslim."

Permintaan agar Netanyahu membatalkan pertemuan dengan Trump diserukan oleh anggota Parlemen Israel (Knesset). Di Israel, ada belasan anggota legislatif beragama Islam dari keturunan Palestina.

Salah satunya adalah Issawi Frej, anggota parlemen dari Partai Meretz. Frej mengirim permintaan resmi ke Kementerian Dalam Negeri Israel untuk melarang Trump masuk negaranya.

"Sebagai warga Israel, saya meminta pemerintah tidak mengizinkan seseorang yang mempromosikan rasisme masuk ke wilayah kita, seperti kita tak pernah setuju pada orang yang rasis pada warga Yahudi," kata Frej, seperti dilansir the Guardian.

Adapun Netanyahu mengaku tidak bisa begitu saja menolak kedatangan Trump, kendati dia tidak sepakat atas ujaran kebencian sang kandidat capres Partai Republik itu. Dalam lawatan nanti, Trump dijadwalkan mengunjungi Ibu Kota Tel Aviv, Yerusalem, dan beberapa kota lainnya.

"Keputusan menerima kunjungan ini tidak tepat bila ditafsirkan sebagai dukungan Israel terhadap pandangan kandidat capres tertentu. Pertemuan ini adalah bentuk sikap PM Netanyahu yang menghormati hubungan persahabatan AS-Israel," tulis staf kantor PM Israel.

Kandidat capres di AS selalu berusaha mampir ke Israel selama masa kampanye. Kunjungan ke Negeri Zionis itu diyakini bisa menarik simpati pemilih konservatif Kristen di Negara Bagian Iowa dan New Hampshire, yang menganggap Israel sebagai Tanah Suci.

Rencana mengunjungi Israel diumumkan Tim Kampanye Trump pada 3 Desember lalu. Trump, dalam salah satu kampanyenya, membanggakan rencana bertemu Netanyahu, politikus sayap kanan Israel yang akrab disapa Bibi di AS.

"Saya akan segera bertemu Bibi Netanyahu, dia orang hebat. Saya mendukung Israel sepenuh hati," kata Trump. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini