Raja Salman Ajak Negara Teluk Kerja Sama Hadapi Iran

Jumat, 31 Mei 2019 15:48 Reporter : Merdeka
Raja Salman Ajak Negara Teluk Kerja Sama Hadapi Iran Raja Salman bin Abdul Aziz. http://soxgroup.rs

Merdeka.com - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mendesak negara-negara Teluk bekerja sama dalam menghadapi apa yang disebut sebagai "tindakan kriminal" Iran di wilayah tersebut.

"Campur tangan rezim Iran dalam urusan internal negara-negara di kawasan Teluk, pengembangan program nuklir dan rudal, dan ancamannya terhadap kebebasan pelayaran internasional adalah ancaman bagi pasokan minyak global," kata Raja Salman dalam sebuah pertemuan darurat di Kota Makkah kemarin.

"Tindakan kriminal baru-baru ini ... mengharuskan kita semua bekerja serius untuk menjaga keamanan ... negara-negara GCC (Dewan Kerjasama Teluk)," lanjut sang raja, merujuk pada serangan baru-baru ini pada empat kapal tanker --dua di antaranya milik Arab Saudi-- di Teluk Persia.

Dilansir dari The Straits Times pada Jumat (31/5), desakan Raja Salman itu disampaikan sehari setelah penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton, mengatakan Iran hampir pasti berada di balik sabotase empat kapal tanker.

Sebaliknya, pemerintah Iran menolak keras tuduhan tersebut.

Sementara itu, pemberontak Yaman yang didukung Iran telah meningkatkan serangan pesawat tak berawak (drone) ke Arab Saudi, di mana salah satunya mengakibatkan penghentian sementara operasional jaringan pipa minyak utama setempat.

Arab Saudi, sekutu terdekat AS di Timur Tengah, menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dari seluruh dunia Arab dan muslim untuk pertemuan darurat terkait konflik Teluk.

Arab Saudi menyerukan pembicaraan untuk membahas kebuntuan dengan Iran dan cara-cara mengisolasi Teheran di tengah kekhawatiran konfrontasi militer.

Eskalasi tensi antara negara-negara Teluk dengan Iran juga dihiasi oleh pengaruh AS yang mendukung sekutu Arab-nya.

Washington telah meningkatkan sanksi dan kehadiran militernya di dekat Iran menyusul penarikan diri AS dari Kesepakatan Nuklir Iran (JCPOA 2015) serta insiden sabotase instalasi minyak di Teluk.

Pertemuan darurat GCC juga terjadi setelah eskalasi serangan udara dalam Perang Yaman --yang disebut-sebut sebagai lahan konflik proksi Saudi dan Iran-- baru-baru ini.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Raja Salman
  2. Arab Saudi
  3. Iran
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini