Rahasia sukses Indonesia jadi kekuatan dunia baru

Kamis, 19 April 2012 09:49 Reporter : Ardyan Mohamad
Rahasia sukses Indonesia jadi kekuatan dunia baru Ilustrasi

Merdeka.com - Indonesia sangat mungkin menggeser posisi anggota BRICS saat ini, terutama Rusia, Afrika Selatan, dan Brasil. Alasannya, kinerja Indonesia amat baik dalam pengelolaan ekonomi makro.

Hal itu merupakan analisis Kepala Riset Negara Berkembanga Morgan Stanley, Ruchir Sarma, yang diturunkan sebagai laporan khusus Majalah Time edisi 23 April 2012.

Kunci sukses utama Indonesia berasal dari kedisiplinan pengelolaan keuangan baik dari sektor pemerintah maupun swasta. "Berbagai pihak, terutama sektor perbankan dan korporasi bertindak disiplin dalam menjalankan usaha, hal itu jarang terjadi di iklim perekonomian rata-rata negara berkembang," tulis Sharma di laporan itu.

Indonesia tidak sendirian. Ada dua negara lain yang dinilai akan meraih peningkatan perekonomian yang menjanjikan beberapa tahun ke depan, yaitu Turki dan Filipina.

Indonesia berdasarkan survei Lembaga Investasi Morgan Stanley memiliki pertumbuhan Produk Domestik Bruto paling stabil. Pertumbuhan ekonomi negara ini bahkan terus meningkat selama tiga tahun terakhir.

Sektor konsumsi domestik di negara-negara Asia, terutama Indonesia, menjadi rahasia lain yang membuat posisi negara ini mulai patut diperhitungkan jadi kekuatan dunia baru. Tahun ini, apabila tidak ada situasi yang memicu sentimen negatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan stabil pada angka 6,7 persen.

Hal ini tidak terjadi di beberapa negara yang selama ini disebut anggota BRICS. Brasil menyatakan tahun ini hanya mematok pertumbuhan ekonomi makro sebesar 2,5 persen.

Afrika Selatan dinilai tidak akan bertahan lama sebelum dominasi kulit putih masih jadi penggerak utama perekonomian negara itu. Sementara Rusia yang amat tergantung pada sektor migas masih terlalu rapuh karena laju ekonomi mereka tergantung pada disiplin anggaran pemerintah yang berkuasa.

Masa depan agaknya menjadi milik negara yang selama ini disebut pasar baru (emerging markets). Laju modal ke negara-negara berkembang hingga 2010 mencapai USD 1 triliun. Tidak heran, meski Amerika Serikat sampai saat ini masih digdaya, Time memprediksi India dan China siap jadi yang terdepan. [tts]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Indonesia
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini