Rafsanjani sebut Iran harus menyerah atau bakal hadapi perang

Jumat, 20 Desember 2013 14:37 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Rafsanjani sebut Iran harus menyerah atau bakal hadapi perang Akbar Hasyimi Rafsanjani. cbc.ca

Merdeka.com - Mantan Presiden Iran Akbar Hasyimi Rafsanjani kemarin mengatakan Iran menghadapi dua pilihan sebelum perundingan nuklir pada bulan ini dengan negara-negara kekuatan dunia. Pilihan itu adalah menyerah atau pergi berperang.

Selama kunjungannya ke Provinsi Kerman, Rafsanjani mengkritik performa pemerintahan mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad dengan mengatakan tidak seimbang, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (20/12).

Ahmadinejad menjelaskan sanksi ekonomi dijatuhkan Barat sebagai tindakan tidak berguna, untuk memukul rencananya dalam mengembangkan program nuklir Iran.

"Iran harus menyerah segera atau menghadapi perang," ujar Rafsanjani.

Rafsanjani menjelaskan dunia mengakui perubahan arah rakyat Iran dan tekadnya untuk menolak slogan-slogan dan janji yang kosong. "Mereka serius dalam melakukan negosiasi dengan kita berdasarkan fakta ini."

Rafsanjani, yang menjadi ketua Dewan Penegasan Kebijaksanaan Iran, mengatakan usaha Ahmadinejad untuk mendapatkan kesetiaan rakyat melalui subsidi pemerintah adalah sia-sia.

"Mereka pikir mereka mampu menarik orang-orang, atau setidaknya warga desa, dengan bantuan keuangan pemerintah yang mewakili setengah dari apa pemerintah ambil dari mereka," ucap Rafsanjani.

"Mereka mencoba mengatakan jika Ahmadinejad menjadi kandidat untuk pemilihan presiden dia akan mendapat persentase suara yang tinggi, dan ini terjadi, faktanya dengan mendukung salah satu kerabatnya. Tapi penduduk desa membuktikan mereka adalah orang-orang yang membutuhkan perubahan, bahkan lebih dari warga lainnya," ujar dia. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Iran
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini