Qassim Sulaimani dan Amerika, Dari Teman Jadi Lawan

Rabu, 8 Januari 2020 08:22 Reporter : Pandasurya Wijaya
Qassim Sulaimani dan Amerika, Dari Teman Jadi Lawan qassim sulaimani. ©Thaier Al-Sudani/Reuters

Merdeka.com - Qassim Sulaimani punya catatan panjang sepak terjang yang tidak banyak diketahui orang. Dia adalah orang yang diyakini rakyat Iran akan ditunjuk oleh Pemimpin Spiritual Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei menggantikan posisinya. Beberapa hari setelah milisi pro-Iran menyerang Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, Presiden Donald Trump memerintahkan panglima Garda Revolusi Iran itu dibunuh.

Dilansir dari laman India Today, sebelum menjadi musuh AS, Sulaimani punya peran penting dalam kesuksesan Amerika menyerang Taliban di Afghanistan setelah peristiwa serangan 11 September 2001.

Pengaruhnya yang begitu kuat di kawasan membuat dia juga beberapa kali bekerja sama dengan Amerika. Meski dia terlibat dalam sejumlah serangan terhadap pasukan AS di Irak setelah invasi AS ke Irak pada 2003, Sulaimani juga bekerja sama dengan Amerika untuk memilih perdana menteri sementara Irak pada 2010. Atas permintaan AS, Sulaimani juga memerintahkan Pasukan Mahdi, separatis Irak yang dipimpin Imam Syiah Muqtada al-Sadr, untuk menghentikan serangan terhadap Amerika di Baghdad.

Ketika AS menginvasi Afghanistan setelah peristiwa 11 September 2001, pejabat Iran, atas perintah Sulaimani, memberikan peta lokasi-lokasi basis Taliban di Afghanistan kepada Amerika.

Baca Selanjutnya: Si Pencuri Domba...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini