Putri Ubolratana Dicoret dari Daftar Kandidat PM Thailand

Selasa, 12 Februari 2019 11:35 Reporter : Hari Ariyanti
Putri Ubolratana Dicoret dari Daftar Kandidat PM Thailand Ubolratana Rajakanya. ©Straits Times

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum Thailand mendiskualifikasi Putri Ubolratana Rajakanya, kakak Raja Maha Vajiralongkorn sebagai kandidat calon Perdana Menteri (PM). Pencoretan ini dilakukan setelah Raja Vajiralongkorn mengecam pencalonan Ubolratana dan menyebut upaya pencalonan itu sebagai hal yang bersifat "tidak pantas", serta "menentang budaya bangsa".

KPU Thailand merilis daftar resmi kandidat PM dari parpol-parpol di Thailand pada Senin (11/2) dan tak ada nama kakak tertua Raja tersebut. KPU dalam pernyataannya mengatakan anggota keluarga kerajaan harus berada di atas politik. Karena itu tidak dapat memegang jabatan politik. Demikian dilansir dari Al Jazeera, Selasa (12/2).

Putri berusia 67 tahun itu telah menerima pencalonan Partai Thai Raksa Chart, yang terdiri dari para pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Pencalonannya yang mengejutkan mendobrak tradisi lama anggota keluarga kerajaan yang menjauhi politik.

Thailand menjadi negara monarki konstitusional sejak 1932, tetapi keluarga kerajaan memiliki pengaruh besar dan jutaan warga Thailand sangat menghormati kerajaan. Gelar kerajaan Ubolratana dicopot ketika dia menikah dengan seorang warga negara AS pada tahun 1972. Dia kembali ke Thailand pada 1990 setelah bercerai. Walaupun gelarnya belum dipulihkan, namun dia tetap dihormati dan diperlakukan layaknya keluarga kerajaan oleh warga Thailand.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di semua stasiun televisi beberapa jam setelah pencalonan Ubolratana, Raja Vajiralongkorn mengatakan tidak pantas anggota keluarga kerajaan memasuki politik. Thai Raksa Chart merespons cepat, membatalkan agenda kampanye pada Sabtu (9/2) dan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan "sesuai dengan perintah kerajaan".

Partai Thai Raksa Chart bisa dilarang mengikuti Pemilu pada 24 Maret setelah seorang aktivis mengatakan akan mengajukan petisi pembubaran partai tersebut. Partai ini merupakan salah satu dari beberapa partai pro-Thaksin yang ikut dalam pemilihan. Pemimpin pemerintah militer, Prayuth Chan-ocha, juga bersaing memperebutkan kursi perdana menteri sebagai kandidat partai pro-tentara. Prayuth seorang panglima militer Thailand pada 2014 dan memimpin kudeta yang menggulingkan pemerintahan yang dipimpin saudara perempuan Thaksin, Yingluck Sinawatra.

Dekan Fakultas Ilmu Politik Universitas Ubon Ratchathani, Titipol Phakdeewanich menyampaikan langkah pertama mencalonkan anggota keluarga kerajaan sebagai kandidat PM bisa menjadi bumerang bagi Partai Thai Raksa Chart.

"Sekarang semuanya menjadi lebih tidak terduga," kata Titipol.

Jika partai itu dibubarkan, dapat memberi lebih banyak kursi bagi partai-partai yang berafiliasi dengan Thaksin. Walaupun, lanjut Titipol, ada partai-partai lain yang setia kepada Thaksin yang ikut dalam Pemilu. Thaksin, yang lengser dalam kudeta tahun 2006, hidup dalam pengasingan setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan korupsi Thailand. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Thailand
  2. Pemilu Thailand
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini