Putin tuduh AS ikut campur urusan internal negara lain

Jumat, 12 Januari 2018 10:52 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Presiden Rusia Vladimir Putin. ©istimewa

Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku negaranya tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri Amerika Serikat. Sebaliknya, dia menuduh AS yang selalu mencampuri urusan negara lain.

Putin mengatakan tidak ada negara yang mentolerir campur tangan asing untuk urusan dalam negerinya. Menurutnya, perlakuan AS salah jika terus menerus melakukan hal itu, apalagi mempengaruhi situasi politik internal negara lain.

Putin menambahkan, Moskow sudah lama siap menjalin hubungan kembali dengan AS. Syaratnya, AS harus memiliki keberanian dan akal sehat untuk bisa memahami perbaikan hubungan yang melayani kepentingan kedua belah pihak.

"(Sebelum) sampai saat itu, hubungan terus memburuk," kata Putin dilansir dari laman Russia Today, Jumat (12/1).

Pernyataan Putin tentang AS ini berawal dari laporan Demokrat AS yang menyalahkan Putin dalam kampanye 20 tahun di AS.

Dalam laporan itu, Rusia disebut merusak demokrasi di seluruh dunia dengan informasi yang salah, serangan cyber, invasi militer, dugaan pembunuhan politik, ancaman terhadap keamanan energi, mengganggu pemilihan, dan taktik licik lainnya.

Meskipun tidak ada buktinya, namun tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilu AS tahun 2016 tetap menjadi topik hangat di Washington. Dan tuduhan itu membuat hubungan Rusia dan AS semakin merosot. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Rusia
  2. Amerika Serikat
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini