Putin Perintahkan Program Vaksinasi Covid-19 di Rusia Dimulai Pekan Depan

Kamis, 3 Desember 2020 16:04 Reporter : Iqbal Fadil
Putin Perintahkan Program Vaksinasi Covid-19 di Rusia Dimulai Pekan Depan Vladimir Putin Hadir Tanpa Masker di Parade Hari Kemenangan. ©2020 AFP/Alexey NIKOLSKY/SPUTNIK

Merdeka.com - Presiden Vladimir Putin memerintahkan program vaksinasi sukarela berskala besar terhadap Covid-19 untuk dimulai minggu depan di seluruh Rusia. Guru dan dokter harus menjadi yang pertama dalam antrean untuk mendapatkan vaksin Sputnik V andalan negara itu.

Putin memberi perintah selama pertemuan online dengan para menteri pada hari Rabu, hari ketika Rusia, yang memiliki jumlah infeksi tercatat tertinggi keempat di dunia, mencatat 589 kematian harian akibat virus corona.

Dilansir Reuters, Kamis (3/12), Putin mengatakan Rusia akan menghasilkan 2 juta dosis vaksin dalam beberapa hari ke depan.

Sputnik V, salah satu dari dua vaksin buatan Rusia yang sejauh ini telah mendapat persetujuan regulasi domestik meskipun uji klinis tidak lengkap, membutuhkan dua suntikan. Vaksin ketiga juga sedang dikerjakan.

Rusia mengatakan bulan lalu bahwa vaksin Sputnik 92% efektif melindungi orang dari Covid-19 menurut hasil sementara.

"Mari kita sepakati ini - Anda tidak akan melapor kepada saya minggu depan, tetapi Anda akan mulai vaksinasi skala besar ... Ayo mulai bekerja," kata Putin kepada Wakil Perdana Menteri Tatiana Golikova.

"Saya memahami bahwa Anda menggunakan bahasa yang sangat hati-hati dan sangatlah benar bahwa kami berhati-hati. Tetapi saya tahu bahwa industri dan jaringan (kesehatan) secara umum sudah siap. Mari kita ambil langkah pertama ini," tegas Putin.

Rusia telah memvaksinasi lebih dari 100.000 orang berisiko tinggi, kata Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan selama presentasi terpisah kepada PBB tentang Sputnik V.

Menurut presentasi tersebut, lebih dari 45.000 orang saat ini berpartisipasi dalam uji coba Sputnik V di seluruh dunia.

Peningkatan infeksi di Rusia telah melambat sejak mencapai titik tertinggi pada 27 November, dengan 25.345 kasus harian baru dilaporkan pada hari Rabu.

Rusia telah menolak penguncian selama gelombang kedua virus, lebih memilih pembatasan regional yang ditargetkan.

Baca Selanjutnya: Vaksin untuk Dalam Negeri...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini