Putin: AS Dapat Hasil Nol di Afghanistan, Kalau Bukan Negatif

Kamis, 2 September 2021 16:05 Reporter : Merdeka
Putin: AS Dapat Hasil Nol di Afghanistan, Kalau Bukan Negatif Keakraban Putin dan Joe Biden bertemu di Swiss. ©Saul Loeb/Pool via REUTERS

Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan operasi Amerika Serikat selama 20 tahun di Afghanistan berakhir dengan tragedi dan Washington tidak menghasilkan apa pun. Upaya AS untuk menanamkan nilai-nilai mereka di Afghanistan juga

Dalam pertemuan dengan para remaja di Kota Vladivostok, sebelah timur Rusia, untuk menandai tahun ajaran baru, Putin mengatakan: "Pasukan Amerika ada di wilayah tersebut (Afghanistan) selama 20 tahun, dan lebih dari 20 tahun itu mereka mencoba - hal ini dapat dikatakan tanpa menyinggung siapapun - untuk membudayakan masyarakat lokal, namun pada kenyataannya, memaksakan norma mereka dan standar kehidupan dalam arti yang seluas-luasnya, termasuk organisasi politik masyarakat.

"Hasil yang ada hanyalah tragedi dan kerugian untuk mereka yang melakukannya - untuk AS - dan khususnya untuk mereka yang tinggal di wilayah Afghanistan. Jika tidak tersinggung, hal ini tidak menghasilkan apa-apa."

"Sangat tidak mungkin untuk memaksakan apapun dari luar."

Dilansir dari laman Al Arabiya, Kamis (2/9), Putin memang dikenal kerap mengkritik negara-negara Barat yang mencoba memaksakan nilai-nilai mereka ke negara-negara bukan Barat dan Moskow sering mengecam kebijakan AS di Afghanistan yang kini dikuasai oleh Taliban.

Taliban mengejutkan para pemimpin dan pengamat Barat ketika mereka dengan cepat berhasil menguasai Afghanistan.

Minggu lalu, Putin mengatakan Rusia tidak akan mengganggu Afghanistan dan Moskow telah belajar dari penjajahan Soviet di masa lalu. Moskow berperang di Afghanistan selama 10 tahun dan berakhir dengan penarikan pasukan Soviet pada 1989.

Putin juga mengeluhkan negara-negara Barat yang mencoba menaruh pengungsi Afghanistan di negara-negara Asia Tengah sekutu Moskow. Langkah itu dikhawatirkan membuat "Islam radikal" akan tersebar ke dalam negara yang bersahabat dengan Rusia.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma [pan]

Baca juga:
Jenderal AS "Pedih dan Marah" Usai Penarikan Mundur Pasukan AS dari Afghanistan
Taliban Kepung Pasukan Perlawanan Panjshir, Serukan Perdamaian
ISIS Cabang Afghanistan Disebut Sebagai Tantangan Nyata Bagi Rezim Taliban
Taliban akan Ikuti Model Pemerintahan Iran, Bakal Ada Penunjukan Pemimpin Tertinggi
Potret Aktivitas Warga Afghanistan Usai Penarikan Pasukan AS
Tujuh Pejuang Taliban Tewas Setelah Diserang Gerakan Perlawanan Panjshir
Militer AS Bikin Perjanjian Rahasia dengan Taliban, Ini Isinya
Restoran Palestina di Inggris Bagikan Makanan untuk Pengungsi Afghanistan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini