Putin Akui Kemerdekaan Zaporozhye dan Kherson, Bekas 2 Wilayah Ukraina

Jumat, 30 September 2022 09:52 Reporter : Merdeka
Putin Akui Kemerdekaan Zaporozhye dan Kherson, Bekas 2 Wilayah Ukraina Presiden Rusia Vladimir Putin. Sumber Foto: AFP

Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani dekret pengakuan kemerdekaan dua wilayah Ukraina, Zaporozhye dan Kherson. Dekret itu segera berlaku setelah penandatanganan yang dilakukan kemarin.

“Mengakui kedaulatan dan kemerdekaan negara dari wilayah Kherson dan Zaporozhye… berlaku sejak hari penandatanganan,” tulis dua dekret itu, dilansir dari Russia Today, Kamis (29/9).

Dekret itu menjelaskan 2 wilayah merdeka itu dilindungi prinsip dan norma hukum internasional yang diakui secara luas serta prinsip kesamaan hak dan penentuan nasib sendiri rakyat yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Presiden Putin juga telah menandatangani keputusan untuk memasukkan Zaporozhye, Kherson dan dua republik Donbass menjadi bagian Rusia.

Sebelumnya Rusia menggelar referendum di 4 wilayah Ukraina, yaitu Zaporozhye, Kherson, Donetsk, Lugansk pada 23 – 27 September lalu.

Sebesar 87,05 persen penduduk wilayah Kherson menyatakan ingin merdeka dan bergabung dengan Rusia. Begitu juga dengan wilayah Zaporozhye dengan 93,23 persen warga memilih untuk berpisah dengan Ukraina dan bergabung dengan Rusia. Juga dengan wilayah Donetsk dengan 99,23 persen penduduknya setuju bergabung Rusia. Dan terakhir sebesar 98,24 persen penduduk Lugansk ingin bergabung Rusia.

Hasil pemilihan ini menunjukkan 4 wilayah itu ingin bergabung dengan Rusia. Sebab itu Putin menandatangani masuknya 4 wilayah itu ke Rusia.

Setelah ditandatangani, dokumen itu akan diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi Rusia kemudian akan diratifikasi oleh Duma Negara, majelis rendah parlemen Rusia dan Dewan Federal, majelis tertinggi Rusia.

Setelah melewati proses itu, 4 wilayah itu akan bergabung menjadi bagian Rusia dan UU Rusia pun akan berlaku di wilayah-wilayah itu.

Sebelumnya Rusia sudah mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lugansk pada Februari lalu. Alasannya karena Ukraina gagal untuk menerapkan kesepakatan Minsk untuk memberikan status spesial kepada dua republik Donbass itu.

Sebab itu pada Februari lalu, Rusia mengirim pasukannya ke Donetsk dan Lugansk untuk menjaga dua republik itu. Selama konflik, Rusia juga berhasil merebut wilayah Zaporozhye dan Kherson.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

Baca juga:
Trump Tawarkan Diri Jadi Ketua Tim Negosiasi Damai Rusia-Ukraina
AS dan Sekutu Siapkan Strategi Hadapi Kemungkinan Rusia Gunakan Senjata Nuklir
Kedubes AS di Moskow Minta Warganya Segera Tinggalkan Rusia
Putin Sebut Petani Termasuk yang Ikut Wajib Militer untuk Berperang di Ukraina
Wajah-Wajah Sipil Tentara Baru Rusia yang Direkrut Putin untuk Lawan Ukraina
Putin Perberat Hukuman Bagi Warga yang Tolak Ikut Perang di Ukraina
Perang Tak akan Segera Selesai, Ancaman Krisis Pangan Hingga Finansial di Depan Mata
Apa Jadinya Jika Rusia Gunakan Nuklir dalam Perang di Ukraina?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini