Pusat Covid-19 Wuhan Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Hentikan Pandemi

Minggu, 24 Januari 2021 12:27 Reporter : Hari Ariyanti
Pusat Covid-19 Wuhan Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Hentikan Pandemi Warga Wuhan berjalan di pedestrian pada 23 Januari 2021.. ©Hector Retamal/AFP

Merdeka.com - Pada Sabtu, kota Wuhan, China menandai satu tahun lockdown ketat selama 76 hari saat virus corona mulai menyebar di berbagai tempat dan pemerintah bergegas menerapkan berbagai tindakan untuk menghentikan penyebaran virus.

Di seluruh dunia, lebih dari 2,1 juta orang telah meninggal karena Covid-19 sejak virus itu muncul di Wuhan pada Desember 2019, dan lebih dari 98 orang telah terinfeksi.

Namun dibandingkan tahun lalu, gambar kota Wuhan saat ini jauh berbeda. Lalu lintas kembali ramai, trotoar dipenuhi pejalan kaki, termasuk lahan parkir umum dan transportasi publik, menandakan kota berpenduduk 11 juta jiwa itu telah pulih dan kembali normal.

“Menurut saya Wuhan cukup aman sekarang, lebih aman dari kampung saya dan banyak tempat lainnya di China,” kata salah seorang penduduk, Wang Yizhe (21), dikutip dari Times of Israel, Minggu (24/1).

Saat kehidupan di Wuhan telah kembali berjalan normal, dunia masih berjuang menghentikan pandemi yang diperparah dengan varian baru virus corona yang disebut lebih menular dibanding virus versi sebelumnya. Upaya vaksinasi di sejumlah negara menghadapi sejumlah kendala, salah satunya persediaan vaksin yang terbatas.

Lalu lintas di Wuhan tak terlalu padat tapi tak ada tanda pembatas yang setahun lalu mengisolasi lingkungan sekitarnya, mencegah pergerakan warga di seputar kota itu dan mengurung warga di dalam rumah dan apartemennya.

Wuhan menyumbang sebagian besar dari 4.635 kematian di China akibat Covid-19, jumlah yang sebagian besar tetap statis selama berbulan-bulan. Kota ini sebagian besar telah bebas dari wabah sejak lockdown dicabut pada 8 April tahun lalu.

Wuhan dipuji karena pengorbanannya mencegah pandemi meluas ke seluruh China, diubah menjadi semacam Stalingrad dalam perang China melawan virus.

“Kami pikir Wuhan adalah kota heroik. Menghentikan perekonomiannya untuk membantu China mengatasi pandemi. Ini adalah tindakan terhormat,” kata salah seorang penduduk, Chen Jiali (24).

Sejak lockdown dicabut, Wuhan terhindar dari wabah lebih lanjut, yang menurut Yao Dongyu dikaitkan dengan kesadaran yang meningkat akibat pengalaman traumatis tahun lalu.

“Saat itu, masyarakat sangat gelisah, tapi pemerintah sangat mendukung kami. Itu jaminan yang sangat kuat, jadi kami melewati ini bersama-sama, "kata Yao (24), seorang guru kimia.

“Sejak warga Wuhan mengalami pandemi, mereka melakukan tindakan pencegahan pribadi lebih baik daripada orang di daerah lain.”

Baca Selanjutnya: Sejumlah Negara Masih Berjuang Atasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini