Puluhan Pekerja Mengundurkan Diri dari Proyek Kota NEOM Arab Saudi

Senin, 3 Mei 2021 16:01 Reporter : Hari Ariyanti
Puluhan Pekerja Mengundurkan Diri dari Proyek Kota NEOM Arab Saudi foto rencana pembangunan Neom. ©Neom

Merdeka.com - Proyek megakota metropolitan berdana miliaran dolar di Arab Saudi dilanda gelombang pengunduran diri saat para pekerja berusaha merealisasikan visi futuristik yang digagas Pangeran Muhammad bin Salman atau MBS, menurut sebuah laporan baru.

Puluhan pekerja mundur dari proyek pengembangan kota NEOM, seperti disampaikan orang yang terlibat dalam proyek itu kepada The Wall Street Journal.

Beberapa pekerja senior mundur dengan gaji mencapai USD 1 juta per tahun.

Sumber tersebut mengungkapkan kepada WSJ, sifat ambisius MBS atas rencana pembangunan megakota itu menjadi faktor utama pengunduran diri.

Dikutip dari Al Araby, Senin (3/5), NEOM adalah bagian Visi 2030 Arab Saudi, inisiatif ambisius yang bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan negara kerajaan itu terhadap minyak dengan melakukan diversifikasi ekonomi dan menarik investasi asing.

Rencana tersebut mencakup The Line, kota liner sepanjang 106 mil tanpa mobil yang akan tersambung dengan kereta berkecepatan tinggi, dan The Vault, yang rencananya mengharuskan para teknisi meledakkan lubang setinggi 30 lantai di sisi gunung.

Para pekerja juga mempertanyakan rencana MBS untuk membangun 10 istana yang lebih luas dari lapangan sepak bola. Istana yang berbiaya lebih dari USD 400 juta per unit.
Rencana terakhir adalah gedung setinggi 1.600 kaki dengan lebar 55 mil.

Pada rapat Desember lalu, MBS menepis kekhawatiran bahwa rencananya terlalu ambisius.

“Saya ingin membangun piramida saya,” kata MBS.

Orang yang mengetahui soal proyek itu mengatakan, meskipun MBS telah berusaha menggunakan ide-ide besar seperti The Line untuk menarik investasi asing, dia tidak terlalu berhasil menarik minat internasional dalam proyek NEOM. Namun, proyek tersebut telah menarik setidaknya satu investor besar.

Perusahaan kimia yang berbasis di AS, Air Products & Chemicals Inc bermitra dengan perusahaan Saudi dalam proyek senilai USD 5 miliar untuk membangun fasilitas produksi hidrogen hijau terbesar di dunia.

Para mantan pegawai dan mereka yang masih bekerja ragu Riyadh akan memenuhi janji kota masa depan itu tidak akan terikat oleh syariat Islam.

Pejabat Saudi sebelumnya menyatakan pengunjung asing ke NEOM akan dapat minum alkohol dan bebas bergaul dengan orang dengan lawan jenis.

Baca Selanjutnya: Gelombang pengunduran diri juga dikaitkan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini