Pria mualaf ini ditolak kerja 450 kali karena tato di keningnya

Sabtu, 18 Mei 2013 17:35 Reporter : Pandasurya Wijaya
Pria mualaf ini ditolak kerja 450 kali karena tato di keningnya Yusuf Hamid. ©rossparry.co.uk

Merdeka.com - Yusuf Hamid, 40, pria mualaf asal Batley, West Yorkshire, Inggris, mengaku sudah 450 kali ditolak kerja lantaran memiliki banyak tato, termasuk tato simbol Buddha di keningnya.

Hamid kini masih pengangguran. Dia pernah melamar kerja sebagai pencuci mobil dan petugas kebersihan tapi juga ditolak, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Sabtu (18/5).

Selain di kening, Hamid memiliki dua tato simbol beladiri Thailand dan simbol yin yang di belakang kepala botaknya. Para pemberi kerja menolak Hamid lantaran tato-tatonya itu.

"Sungguh mengecewakan saya ditolak kerja lantaran tato-tato ini," kata dia.

Dia mengaku memiliki tato itu sejak usia 14 tahun dan kini menyesalinya. Ketika melakukan wawancara kerja, pewawancara sering memperhatikan tatonya itu.

"Saya memenuhi semua syarat yang diminta perusahaan tempat saya melamar. Tapi mereka mengatakan tato ini tidak baik untuk citra perusahaan."

"Saya ingin pemberi kerja menilai dari kemampuan saya. Meski cuma diberi kesempatan kerja sepekan saya ingin mencobanya." [fas]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Inggris
  3. Tato
  4. Kisah Mualaf
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini