Presiden Pakistan Sahkan UU Baru Perberat Hukuman Bagi Pemerkosa

Rabu, 16 Desember 2020 14:04 Reporter : Hari Ariyanti
Presiden Pakistan Sahkan UU Baru Perberat Hukuman Bagi Pemerkosa demo anti kekerasan seksual di Pakistan. ©Reuters

Merdeka.com - Presiden Pakistan, Arif Alvi menandatangani aturan baru anti pemerkosaan yang bertujuan mempercepat proses peradilan dan memperberat hukuman.

Peraturan ini akan membuat daftar pelaku pemerkosaan nasional, melindungi identitas korban dan memungkinkan kebiri kimiawi untuk beberapa pelaku.

Pengadilan jalur cepat khusus akan menyidangkan kasus pemerkosaan dan diharapkan mencapai putusan dalam waktu empat bulan.

Dikutip dari BBC, Rabu (16/12), pengesahan aturan ini dilakukan setelah sejumlah unjuk rasa terkait kekerasan seksual menyusul pemerkosaan massal seorang perempuan di luar kota Lahore.

Perempuan itu diserang di pinggir jalan raya menuju Lahore dan diperkosa secara sadis di depan kedua anaknya. Sehari setelahnya, pejabat polisi di Lahore secara tersirat menyalahkan korban.

Komentarnya dan serangan brutal itu mengejutkan warga Pakistan, memicu gelombang demonstrasi di seluruh negeri dan mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas.

Baca Selanjutnya: Bulan lalu Perdana Menteri Imran...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pakistan
  3. Pemerkosaan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini