Presiden Mesir: Kebebasan Berekspresi Harus Berhenti Jika Singgung 1,5 Miliar Muslim

Kamis, 29 Oktober 2020 12:00 Reporter : Hari Ariyanti
Presiden Mesir: Kebebasan Berekspresi Harus Berhenti Jika Singgung 1,5 Miliar Muslim Abdul Fatah al Sisi. ©telegraph.co.uk

Merdeka.com - Presiden Mesir, Abdul Fattah Al-Sisi pada Rabu menegaskan, kebebasan berekspresi harus berhenti jika itu menyinggung lebih dari 1,5 miliar orang. Pernyataan ini dilontarkan menanggapi ditampilkannya gambar Nabi Muhammad di Prancis yang dianggap Muslim sebagai penistaan.

Kartun Nabi Muhammad ditampilkan di gedung pemerintah setelah pembunuhan guru di pinggiran kota Paris, Samuel Paty pada 16 Oktober lalu. Paty dibunuh setelah menampilkan kartun Nabi Muhammad saat mengajar di kelas membahas materi kebebasan berekspresi.

Sisi juga mengatakan, dia dengan tegas menolak setiap bentuk kekerasan atau terorisme dari siapapun yang berdalih membela agama, simbol atau ikon agama.

"Kita juga punya hak. Kita punya hak perasaan kita tidak disakiti dan nilai-nilai kita tidak diciderai," jelasnya saat berpidato dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad yang disiarkan televisi.

"Dan jika beberapa orang punya kebebasan untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya, saya membayangkan ini dihentikan ketika menyinggung perasaan lebih dari 1,5 juta orang," lanjutnya.

Tindakan Prancis yang mendukung ditampilkannya kartun Nabi Muhammad memicu kecaman di seluruh dunia. Sejumlah negara Arab memboikot produk Prancis. Seruan boikot juga ramai di media sosial.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan juga menyerukan boikot dan parlemen Pakistan mengesahkan resolusi mendesak pemerintah menarik duta besarnya dari Paris. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini