Presiden korup Rumania mundur usai tragedi diskotek terbakar

Kamis, 5 November 2015 09:51 Reporter : Ardyan Mohamad
Presiden korup Rumania mundur usai tragedi diskotek terbakar PM Rumania Victor Ponta mundur akibat unjuk rasa warga. ©2015 Merdeka.com/Reuters/Octav Genea

Merdeka.com - Perdana Menteri Rumania Victor Ponta kemarin mengundurkan diri. Pemerintahan negara terletak di Eropa Timur itupun otomatis bubar. Ponta mundur setelah lebih dari 20 ribu orang berunjuk rasa di Ibu Kota Bukares. Pengunjuk rasa menuntut Ponta mundur karena membiarkan korupsi merajalela. Termasuk dugaan korupsi pengelolaan diskotek yang terbakar pada Jumat (30/10) pekan lalu, menewaskan 32 orang.

Sejak awal pekan ini, demonstran meneriakkan yel-yel menuntut Ponta mundur. Kebakaran diskotek itu hanya satu dari rentetan peristiwa yang memicu kemarahan masyarakat. Kebakaran kecil menewaskan banyak orang ini menunjukkan pemerintah tidak pernah serius menjalankan tugas, termasuk dalam melakukan fungsi pengawasan keamanan ruang publik.

"Kalian seharusnya malu, dasar pembunuh. Korupsi membunuh kita semua," demikian yel-yel pengunjuk rasa di Bukares, seperti dilansir the Guardian, Kamis (5/11).

Ponta, sejak dua bulan terakhir sudah dijerat banyak kasus mulai dari penipuan, penghindaran pajak, sampai pencucian uang. Walau rutin didemo, politikus 43 tahun ini biasanya bergeming. Gara-gara unjuk rasa soal diskotek ini, Ponta akhirnya menyerah pada tekanan masyarakat

"Saya berharap pengunduran diri pemerintah akan memuaskan orang-orang yang turun ke jalan," kata Ponta.

Insiden kebakaran itu bukan cuma menjatuhkan Ponta. Demonstran sekaligus menuntut mundur Wali Kota Bukares serta Menteri Dalam Negeri Gabriel Oprea. Persis seperti nasib Ponta, keduanya pun lengser kemarin malam waktu setempat.

Presiden Rumania, Klaus Iohannis, mendukung aksi warga. Dia sejak beberapa bulan terakhir mengingatkan Ponta supaya mundur saja. Setelah sang PM benar-benar lengser, presiden akan mengajak bicara partai-partai untuk membentuk pemerintahan baru secepatnya.

Kebakaran klub malam bernama Colectiv itu membuat marah masyarakat Rumania. Menurut warga, seharusnya insiden sepele itu tidak perlu menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Diskotek tersebut cuma punya satu pintu darurat, serta saat insiden menyelenggarakan konser rock dengan jumlah penonton 400 orang, lebih dari batas kapasitasnya.

Pemicu api hanyalah kembang api kecil yang terpercik. Alhasil, pemerintah pun disalahkan karena dituding menerima sogokan pemilik diskotek supaya diberi izin menggelar konser.

Sudah sejak lama masyarakat Rumania tak turun ke jalan. Namun, setiap masyarakat menunjukkan kekuatannya, pemerintahan selalu jatuh. Contohnya ketika Diktator Nicolae Ceausescu digulingkan pada 1989 berkat long march jutaan warga. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. Rumania
  2. Kasus Korupsi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini