Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Joe Biden Dinilai Sulit Atasi Persoalan Polarisasi di Amerika

Presiden Joe Biden Dinilai Sulit Atasi Persoalan Polarisasi di Amerika Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden AS. ©2021 REUTERS/Kevin Lamarque

Merdeka.com - Pengamat politik, Djayadi Hanan menilai ada tugas besar untuk Joe Biden setelah terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-46. Beberapa yang mendesak adalah soal penanganan krisis ekonomi dan kesehatan, isu polarisasi dan rasial, serta peran kepemimpinan Amerika di tingkat dunia.

"Ada tiga tugas besar Joe Biden, satu mengatasi krisis ekonomi dan kesehatan, kedua adalah mengatasi polarisasi tajam di bidang ideologi agama maupun ras dan ketiga mengembalikan Amerika leadership di dunia," katanya dalam diskusi Smart fm ' Biden di antara konsolidasi dalam negeri dan pengaruh luar negeri', Minggu (23/1).

Menurutnya, Biden kemungkinan akan berhasil mengatasi mengatasi krisis ekonomi dan kesehatan. Begitu pula mengembalikan kepemimpinan Amerika di tingkat dunia.

Tetapi, Djayadi ragu bahwa Biden bisa mengatasi persoalan polarisasi. Mengingat, model pemilu Amerika yang diadakan tiap dua tahunan. Yaitu pemilihan anggota DPR dan senator yang dikhawatirkan akan menggunakan isu rasial.

"Akan selalu politisi yang selalu ada winner takes all ya sistem plurality, akan ada politisi yang menggunakan isu rasial, isu polarisasi ini yang dijadikan manfaat untuk kemenangan," ucapnya.

Menurutnya, soal polarisasi ini Biden akan lebih banyak menggunakan langkah-langkah simbolik. Misalnya, soal imigran yang boleh masuk ke populasi Amerika.

"Sensus yang boleh memasukkan imigran ke populasi dan sebagainya yang sifatnya simbolik, tapi dia akan kesulitan menghadapi isu polarisasi ini dan saya kira itu tantangan bangsa Amerika," terangnya.

Sementara, peneliti Senior LIPI, Prof Dewi Fortuna Anwar mengatakan, Biden akan punya perhatian khusus kepada Asia. Terlebih, saat ini ia menunjuk Anthony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri.

"Dia menunjuk Antony Blinken sebagai menlunya orang yang sangat kawakan berpengalaman sejak zaman Obama, pernah jadi Wakil Menlu, dan itu arsitek untuk Asia, punya perhatian khusus kepada Asia, jadi kita akan lihat tingkat menlunya akan banyak perhatian juga pada Asia," tuturnya.

Selain itu, menurutnya, di bawah kepemimpinan Biden hubungan Amerika akan lebih dingin terhadap China. Namun, Amerika tetap merasa lebih kuat dan mendominasi.

"Hubungan AS dengan China itu akan tetap mendominasi hubungan internasional Amerika Serikat, Amerika akan tetap tough, firm terhadap China, tetapi dari segi style, bahasa tidak terlalu provokatif, dan dia tidak akan jalan sendiri," terangnya.

Dewi melanjutkan, isu Timur Tengah juga tetap menjadi perhatian Amerika. Terlebih, Amerika bakal melakukan perundingan dengan Iran.

"Ini tentu akan menimbulkan dinamika antara Arab Saudi dan Israel yang sangat menentang itu, padahal Arab Saudi dan Israel merupakan sekutu utama Amerika, tetapi itu perundingan dengan Iran itu bagian komitmen dengan Obama yang mendorong," tuturnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Kisah Tragis Keluarga Presiden Joe Biden, Anak dan Istri Meninggal Sepekan Sebelum Natal
Kisah Tragis Keluarga Presiden Joe Biden, Anak dan Istri Meninggal Sepekan Sebelum Natal

Bulan Desember mungkin bisa menjadi hari menyakitkan bagi Joe Bide, Presiden Amerika Serikat saat ini.

Baca Selengkapnya
Momen Presiden AS Joe Biden Diteriaki 'Diktaktor Genosida', Begini Responnya
Momen Presiden AS Joe Biden Diteriaki 'Diktaktor Genosida', Begini Responnya

Momen saat Presiden AS Joe Biden diprotes langsung oleh pengunjuk rasa pro-Palestina.

Baca Selengkapnya
Joe Biden Marah Ingatannya Dinyatakan Bermasalah: Saya Lansia dan Tahu Apa yang Saya Lakukan
Joe Biden Marah Ingatannya Dinyatakan Bermasalah: Saya Lansia dan Tahu Apa yang Saya Lakukan

Biden disebut tidak dapat mengingat tonggak sejarah dalam hidupnya seperti kapan putranya, Beau Biden, meninggal

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Survei: Mayoritas Pemilih Anggap Joe Biden Terlalu Tua untuk Kembali Maju sebagai Capres
Survei: Mayoritas Pemilih Anggap Joe Biden Terlalu Tua untuk Kembali Maju sebagai Capres

Survei: 86% Pemilih Sebut Joe Biden Terlalu Tua untuk Kembali Maju Capres

Baca Selengkapnya
Putin Ungkap Alasan Dirinya Lebih Suka Joe Biden Ketimbang Trump di Pemilu AS 2024
Putin Ungkap Alasan Dirinya Lebih Suka Joe Biden Ketimbang Trump di Pemilu AS 2024

Putin Sebut Dirinya Lebih Suka Joe Biden Ketimbang Trump di Pemilu AS 2024, Alasannya Tak Terduga

Baca Selengkapnya
Kronologi Mobil Iring-Iringan Presiden Joe Biden Ditabrak, Secret Service Sampai Kokang Senjata
Kronologi Mobil Iring-Iringan Presiden Joe Biden Ditabrak, Secret Service Sampai Kokang Senjata

Insiden ini terjadi saat Biden dan Ibu Negara Jill Biden baru saja meninggalkan markas kampanyenya.

Baca Selengkapnya
Melihat Dukungan Pemimpin Sejumlah Negara ke Aset Kripto, Bagaimana Indonesia?
Melihat Dukungan Pemimpin Sejumlah Negara ke Aset Kripto, Bagaimana Indonesia?

Presiden AS Joe Biden dalam proses kampanye melakukan pendekatan ke komunitas kripto, setelah pada 2021 menyebut bahwa kripto adalah "sesuatu yang berbahaya".

Baca Selengkapnya
Via Telepon, Joe Biden Beri Selamat ke Prabowo sebagai Pemenang Pilpres
Via Telepon, Joe Biden Beri Selamat ke Prabowo sebagai Pemenang Pilpres

"Kita memiliki tanggung jawab bersama, khususnya di kawasan Pasifik. Jadi, saya sangat, sangat ingin dekat dengan Anda," kata Biden pada Prabowo.

Baca Selengkapnya
Pejabat Pilihan Joe Biden Mundur karena Geram dengan Kebijakan AS Dukung Israel di Gaza
Pejabat Pilihan Joe Biden Mundur karena Geram dengan Kebijakan AS Dukung Israel di Gaza

Agresi Israel di Jalur Gaza sejak Oktober telah menewaskan hampir 22.000 warga Palestina. AS merupakan salah satu pendukung utama Israel.

Baca Selengkapnya