Presiden Erdogan Tolak Tawaran Rencana Perdamaian Timur Tengah Usulan AS

Rabu, 3 Juli 2019 15:10 Reporter : Hari Ariyanti
Presiden Erdogan Tolak Tawaran Rencana Perdamaian Timur Tengah Usulan AS Presiden Erdogan membahas upaya kudeta. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan penolakannya terkait rencana perdamaian Timur Tengah yang diusulkan Amerika Serikat (AS). Rencana perdamaian tersebut diberi nama "Deal of the Century" (Kesepakatan Abad Ini).

"Sangat mustahil bagi Turki secara positif sepakat dengan rencana perdamaian AS di Timur Tengah," kata Erdogan sebagaimana dilaporkan Quds Press, dilansir dari Middle East Monitor, Rabu (3/7).

Sejak menjabat pada 2016, Presiden AS Donald Trump berjanji mengatasi konflik Israel-Palestina dan penasihat sekaligus menantunya, Jared Kushner telah merancang rencana ini yang dinilai akan berhasil.

Kesepakatan itu belum secara resmi diungkapkan, tetapi kebocoran informasi menunjukkan rencana tersebut akan menguntungkan Israel dengan mengorbankan hak-hak Palestina.

Istilah 'Deal of the Century' tidak terlontar langsung dari Donald Trump. Itu adalah julukan yang digunakan oleh media Barat dan Arab untuk menggambarkan -- secara negatif -- rancangan kesepakatan perdamaian Israel-Palestina versi miliarder.

Trump menggunakan istilah kesepakatan akhir atau ultimate deal yang ia sampaikan beberapa hari usai terpilih sebagai presiden AS. Pada November 2016, menjawab pertanyaan dari surat kabar The Wall Street Journal terkait isu Israel - Palestina, Trump mengatakan, membawa perdamaian untuk kedua pihak adalah 'the ultimate deal', sebagaimana dilansir dari laman The Atlantic.

"Sebagai pembuat kesepakatan, saya suka membuat kesepakatan yang sebelumnya tak bisa dibuat. Dan melakukannya demi kemanusiaan," kata Trump. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini