Presiden Duterte minta perpanjang darurat militer di Selatan Marawi

Selasa, 12 Desember 2017 07:03 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Presiden Duterte minta perpanjang darurat militer di Selatan Marawi Duterte deklarasi Marawi bebas dari Maute. ©REUTERS

Merdeka.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta kongres memperpanjang darurat militer di pulau selatan Mindanao selama setahun. Alasannya, militan Islam sudah berkumpul kembali sejak konflik lima bulan berakhir di kota pada Oktober 2017.

Dia mengatakan militan yang berhasil selamat dari peperangan di kota Marawi bertekad mendirikan untuk negara Islam di Asia Tenggara dengan Abu Turaifie sebagai pengganti kelompok "emir".

"Emir" sebelumnya yakni Isnilon Hapilon dan komandan pemberontak lainnya yang loyal kepada negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas pada Oktober saat pasukan militer mendekati militan yang menduduki jantung Marawi sejak 23 Mei.

Lebih dari 1.100 orang yang kebanyakan dari kelompok militan terbunuh dan 350.000 orang mengungsi karena kerusuhan Marawi.

Dalam suratnya kepada Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, Duterte mengatakan kelompok militan melakukan radikalisasi dan perekrutan orang-orang lokal, mengatur ulang dan membangun keuangan mereka, seperti dilansir dari Reuters, Senin (11/12).

"Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kekejaman dan pemberontakan publik," katanya.

Duterte menambahkan bahwa mereka bertujuan untuk membangun kekhalifahan Islam global. Tidak hanya di Filipina tapi juga seluruh Asia Tenggara.

Duterte mengatakan, kelompok yang dipimpin Turaifie, sebagai penerus potensial Hapilon, merencanakan pengeboman di provinsi Cotabato di selatan Marawi. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini