Presiden Brasil Minta Dunia Tidak Ikut Campur soal Kebakaran Hutan Amazon

Jumat, 23 Agustus 2019 13:28 Reporter : Merdeka
Presiden Brasil Minta Dunia Tidak Ikut Campur soal Kebakaran Hutan Amazon Kebakaran Hutan Amazon. ©REUTERS/Ueslei Marcelino

Merdeka.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro kemarin mengatakan kekuatan asing tidak usah ikut campur dalam peristiwa kebakaran hutan Amazon yang sudah berlangsung selama tiga pekan.

Dia mengatakan itu setelah dunia internasional mengkritik Brasil karena lambat menangani kebakaran di hutan yang menjadi paru-paru dunia itu.

Dia juga menyebut petani bisa saja secara ilegal dengan membakar hutan itu.

Brasil menuai kritik internasional atas penanganan Amazon yang luasnya mencakup 60 persen negara itu.

Dikutip dari laman Reuters, Kamis (22/8), Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui Twitter masing-masing menyatakan keprihatinan mereka akan kebakaran hutan yang terparah selama ini. Hutan Amazon selama ini adalah benteng penting terhadap perubahan iklim.

"Negara-negara yang mengirim uang ke sini, mereka tidak mengirimnya karena amal. Mereka mengirimnya dengan tujuan mengganggu kedaulatan kami," katanya dalam siaran langsung di Facebook.

Tetapi sebelumnya dia mengatakan Brasil tidak memiliki sumber daya untuk mengendalikan kebakaran.

"Amazon lebih besar dari Eropa, bagaimana Anda melawan kebakaran di daerah seperti itu?" tanyanya kepada wartawan ketika meninggalkan kediaman presiden. "Kami tidak memiliki sumber daya untuk itu."

Data pemerintah menunjukkan, kebakaran di Amazon sejauh ini mencapai 83 persen dibanding tahun sebelumnya.

Meskipun kebakaran ini merupakan kejadian biasa dan selalu dialami selama musim kemarau, para pecinta lingkungan menyalahkan meningkatnya kegiatan petani yang membakar lahan untuk membuka ladang.

1 dari 2 halaman

Bolsonaro ingin Amazon untuk kepentingan bisnis

Para petani mungkin mendapatkan dukungan diam-diam dari Bolsonaro, presiden sayap kanan yang berkuasa sejak Januari.

Bolsonaro telah berulang kali mengatakan bahwa Brasil harus membuka Amazon untuk kepentingan bisnis, agar perusahaan pertambangan, pertanian, dan penebangan dapat mengeksploitasi sumber daya alamnya.

Dua hari lalu dia menyalahkan lembaga swadaya masyarakat yang dianggapnya pelaku pembakaran meski tanpa bukti.

2 dari 2 halaman

Kejaksaan Brasil akan menyelidiki

Presiden Macron, melalui akun Twitternya, menyebut kebakaran Amazon sebagai "krisis internasional" yang harus dirundingkan oleh KTT G7 yang diselenggarakan hari Sabtu di Biarritz, Prancis. G7 adalah kelompok tujuh negara kaya tidak termasuk Brasil.

Jaksa federal di Brasil mengatakan mereka sedang menyelidiki lonjakan deforestasi dan kebakaran hutan di Amazon untuk mengetahui apakah ada kelalaian pemantauan dan penegakan perlindungan lingkungan.

Jaksa mengatakan menyelidiki iklan yang diterbitkan di surat kabar lokal yang mendorong para petani untuk berpartisipasi dalam "Hari Api" di mana mereka akan membakar hutan secara luas "untuk menunjukkan kepada Bolsonaro kesediaan mereka untuk bekerja."

Reporter Magang: Ellen RiVeren

[pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini