Prancis tuduh ISIS biang keladi teror truk maut di Nice

Jumat, 15 Juli 2016 10:56 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Prancis tuduh ISIS biang keladi teror truk maut di Nice Truk maut di Nice Prancis. ©2016 REUTERS/Eric Gaillard

Merdeka.com - Presiden Francois Hollande dalam pidatonya mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di Nice, sebelah selatan Prancis. Sementara itu, Hollande menuduh kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang bertanggung jawab atas insiden maut ini.

Hollande berjanji akan memperkuat peran Prancis dalam memerangi kelompok teror tersebut. Karenanya dia akan mengirimkan militer untuk memerangi ISIS di Irak dan Suriah.

"Tidak ada yang bisa membuat kita menyerah memerangi terorisme. Kita (Prancis) akan memperkuat aksi kita melawan terorisme di Irak dan Suriah," ucap Hollande seperti dikutip dari The Telegraph, Jumat (15/7).

Secara tegas Hollande mengatakan akan menyerang orang-orang yang telah memporak-porandakan negaranya.

"Kami akan terus menyerang orang-orang yang menyerang Prancis di tanah mereka sendiri," lanjut dia.

Presiden Hollande juga mengatakan telah meminta untuk meningkatkan jajaran polisi militer di negaranya sebagai 'cadangan operasional'.

"Mereka dengan atau tanpa pengalaman militer dan para mantan tentara bisa kita jadikan 'cadangan operasional' untuk meningkatkan kontrol perbatasan di Prancis," seru Hollande.

Sementara itu, Hollande sendiri telah menetapkan status darurat akibat insiden truk maut ini. Sedikitnya 80 orang tewas dalam insiden yang terjadi saat perayaan Bastille Day di Nice, Prancis malam tadi, waktu setempat. [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini