Prancis Kerahkan Ribuan Tentara Berjaga di Sekolah & Gereja Setelah Serangan di Nice

Jumat, 30 Oktober 2020 09:32 Reporter : Hari Ariyanti
Prancis Kerahkan Ribuan Tentara Berjaga di Sekolah & Gereja Setelah Serangan di Nice Polisi Prancis berjaga-jaga setelah serangan pisau di Nice. ©2020 Valery HACHE / AFP

Merdeka.com - Dalam serangan di sebuah gereja di kota Nice, Prancis, Kamis (29/10), tiga orang tewas di mana salah satu korban perempuan dipenggal.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron langsung menuju TKP penyerangan. Macron mendeklarasikan Prancis menjadi target serangan teroris kelompok Islam. Dalam kesempatan itu, Macron mengatakan akan mengerahkan ribuan lebih tentara untuk melindungi lokasi-lokasi penting di Prancis seperti tempat ibadah dan sekolah.

Dari TKP serangan, dia mengatakan Prancis telah diserang nilai-nilai yang dianutnya, kebebasannya, dan kemerdekaan beragama yang selama ini dijunjungnya.

"Dan saya katakan dengan penuh kejelasan lagi hari ini: kami tak akan beri tempat," ujarnya, dikutip dari Reuters, Jumat (30/10).

Beberapa jam setelah serangan Nice, kepolisian Prancis menembak seorang pria yang mengancam pejalan kaki dengan pistol di Montfavet, dekat kota wilayah selatan Avignon.

Surat kabar Prancis, Le Figaro mengutip seorang sumber kejaksaan mengatakan pria itu sedang dalam perawatan kejiwaan, dan mereka tak yakin ada motif terorisme.

Baca Selanjutnya: Teriakkan "Allahu Akbar"...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini