Prancis Batal Larang Polisi Cekik Tersangka Dalam Proses Penangkapan

Jumat, 19 Juni 2020 08:38 Reporter : Hari Ariyanti
Prancis Batal Larang Polisi Cekik Tersangka Dalam Proses Penangkapan polisi prancis. ©AFP

Merdeka.com - Pemerintah Prancis menarik larangan secara resmi metode pencekikan atau chokehold kepada tersangka pelaku kejahatan selama proses penangkapan menyusul adanya berbagai tekanan dari kepolisian.

Pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Prancis mengumumkan teknik melumpuhkan tersangka akan dilarang sebagai tanggapan atas meningkatnya unjuk rasa di negara itu mengecam kebrutalan polisi dan ketidakadilan rasial setelah kematian George Floyd di Amerika Serikat (AS).

Namun, polisi Prancis melakukan lima hari demo tandingan, dengan alasan larangan itu membuat mereka tidak bisa menggunakan metode kunci untuk melumpuhkan tersangka yang melakukan perlawanan. Mereka juga kesal karena dibandingkan dengan polisi di AS atau digambarkan sebagai supremasi kulit putih.

Pada Senin, direktur kepolisian nasional mengirim surat kepada staf yang mengatakan teknik pencekikan tidak lagi diajarkan di sekolah-sekolah kepolisian, tetapi mereka dapat terus digunakan "dengan kebijaksanaan" sampai alternatif lain ditemukan.

Serikat-serikat polisi merayakan pencabutan ini. Demikian dikutip dari The Independent, Kamis (18/6).

Baca Selanjutnya: Selama bertahun-tahun para aktivis dan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini