Polisi Iran tangkap 29 perempuan karena lepas jilbab saat demonstrasi

Jumat, 2 Februari 2018 16:41 Reporter : Ira Astiana
Polisi Iran tangkap 29 perempuan karena lepas jilbab saat demonstrasi wanita iran demo protes kewajiban berjilbab. ©CBC

Merdeka.com - Polisi Iran menangkap 29 perempuan yang bergabung dalam demonstrasi untuk menolak undang-undang yang mewajibkan pemakaian jilbab. Ke-29 orang itu bergabung dengan perempuan lainnya memanjat kotak telekomunikasi seraya melepas jilbab dan melambaikannya tinggi-tinggi.

"Menindaklanjuti laporan dari saluran televisi satelit tentang sebuah unjuk rasa bertajuk 'Rabu Putih', sebanyak 29 orang di antara mereka ditangkap karena melepas jilbab," demikian pernyataan media Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran, dikutip laman Guardian, Jumat (2/2).

Meski wanita Iran telah memperjuangkan pembatalan undang-undang itu selama hampir empat dekade, gelombang protes baru-baru ini menarik perhatian lebih dan memicu perdebatan tentang kebebasan pribadi.

Jaksa Penuntut Umum, Mohammad Jafar Montazeri, menilai tindakan para demonstran tersebut kekanak-kanakan, sangat emosional, dan terpengaruh oleh budaya luar negeri.

Sementara itu, seorang anggota parlemen Iran, Soheila Jolodarzadeh, menyatakan, demonstrasi tersebut merupakan akibat dari pembatasan yang berlangsung sejak lama.

"Hal itu terjadi karena pendekatan kami yang salah. Kami memberlakukan pembatasan kepada wanita dan menempatkan mereka di bawah batasan yang tidak perlu. Ini sebabnya para perempuan itu menanggalkan jilbab mereka dan menggantungnya pada tongkat," papar Jolodarzadeh.

Sebelumnya, otoritas Iran menangkap Vida Movahed (31 tahun) dalam sebuah aksi menentang pemerintah. Dia disebut-sebut sebagai perempuan yang mempelopori pelepasan jilbab saat demonstrasi. Kini dia telah dibebaskan setelah ditahan selama beberapa pekan. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Iran
  2. Jilbab
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini