Polisi Inggris Tangkap 107 Demonstran dalam Aksi Unjuk Rasa Menentang RUU Kepolisian

Senin, 5 April 2021 13:00 Reporter : Hari Ariyanti
Polisi Inggris Tangkap 107 Demonstran dalam Aksi Unjuk Rasa Menentang RUU Kepolisian Unjuk rasa menentang RUU kepolisian di London, Inggris. ©Reuters

Merdeka.com - Pada Minggu (4/4), kepolisian Inggris menangkap 107 demonstran di London dalam aksi unjuk rasa menentang rencana pemerintah meningkatkan kekuatan polisi.

Ribuan orang turun ke jalan di berbagai daerah dan kota di seluruh Inggris pada Sabtu, memprotes RUU Kepolisian, Kejahatan, Hukuman, dan Pengadilan, mengabaikan pembatasan virus corona.

Dikutip dari Al Arabiya, Senin (5/4), polisi menyampaikan unjuk rasa “Kill the Bill” itu sebagian besar berlangsung damai dan banyak dari peserta menerapkan jaga jarak sosial. Mereka menyampaikan, sebagian kecil orang sengaja menciptakan kekacauan.

Demonstran yang ditangkap diduga melakukan pelanggaran termasuk melakukan kekerasan, menyerang anggota polisi, dan melanggar UU virus corona.

Kepolisian menyampaikan, 10 petugas mengalami luka ringan.

RUU tersebut akan memberi polisi di Inggris dan Wales kekuatan lebih untuk menerapkan tindakan dalam menanggapi unjuk rasa tanpa kekerasan, termasuk yang dianggap terlalu berisik atau mengganggu. Mereka yang didakwa dengan UU ini dapat dikenakan denda atau hukuman penjara.

Unjuk rasa terbaru terhadap RUU ini berlangsung di Bristol, Inggris barat daya di mana aksi berakhir ricuh. Sejumlah anggota polisi terluka, kantor polisi dirusak, dan kendaraan polisi dibakar. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini