PM Irak Mundur Setelah 400 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Aksi Protes Anti Pemerintah

Selasa, 3 Desember 2019 11:22 Reporter : Hari Ariyanti
PM Irak Mundur Setelah 400 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Aksi Protes Anti Pemerintah Aksi protes anti-pemerintah di Irak. ©2019 AFP PHOTO/AHMAD AL-RUBAYE

Merdeka.com - Tiga demonstran anti pemerintah ditembak mati dan sedikitnya 58 terluka di Baghdad dan Irak selatan pada Sabtu, kata pejabat kesehatan dan keamanan, saat Perdana Menteri (PM) Adel Abdul Mahdi secara resmi mengajukan permohonan pengunduran diri ke parlemen akhir November lalu.

Adel mengumumkan pada Kamis lalu dia akan mengajukan permohonan pengunduran dirinya pada Jumat di tengah meningkatnya tekanan dari massa anti pemerintah, sehari setelah lebih dari 40 demonstran dibunuh oleh pasukan keamanan di Baghdad dan Irak selatan. Pengumuman itu disampaikan setelah ulama besar Syiah Irak menarik dukungannya untuk pemerintah.

Pengunduran diri resmi terjadi setelah sidang kabinet darurat sebelumnya di mana para menteri menyetujui dokumen dan pengunduran diri staf kunci, termasuk kepala staf Abdul-Mahdi.

Dalam pidatonya yang direkam sebelumnya, Abdul Mahdi berpidato di depan rakyat Irak, mengatakan bahwa setelah pernyataan parlemen atas pengunduran dirinya, Kabinet akan diturunkan statusnya sebagai pengawas, tidak dapat mengesahkan undang-undang baru dan membuat keputusan penting.

Dia membeberkan pencapaian pemerintahnya, mengatakan dia mulai berkuasa saat masa-masa sulit. "Tidak banyak orang optimis bahwa pemerintah ini akan bergerak maju," katanya, dilansir dari laman TIME, Selasa (3/12).

Dia mengatakan pemerintah telah berhasil mendorong proyek-proyek penting penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan pembangkit listrik.

"Tapi sayangnya, peristiwa ini terjadi," katanya, merujuk pada gerakan unjuk rasa yang melanda Irak pada 1 Oktober. "Kita harus adil terhadap rakyat kita dan mendengarkan mereka."

1 dari 1 halaman

Korban Tewas Meningkat

Sedikitnya 400 orang tewas sejak unjuk rasa mengguncang Irak dengan ribuan warga Irak turun ke jalan di Baghdad dan Irak selatan yang didominasi Syiah mengecam korupsi, pelayanan buruk, minimnya lapangan pekerjaan dan menyerukan diakhirinya sistem politik pasca-2003.

Pasukan keamanan telah menggunakan tembakan langsung, gas air mata dan bom suara untuk membubarkan kerumunan yang menyebabkan banyak korban.

Tiga pengunjuk rasa tewas dan 24 terluka di kota suci Najaf di Irak selatan pada Sabtu ketika pasukan keamanan menggunakan peluru langsung untuk membubarkan mereka dari masjid raya, kata pejabat keamanan dan rumah sakit.

Di Baghdad, setidaknya 11 pengunjuk rasa terluka di dekat Jembatan Ahrar ketika pasukan keamanan menembakkan amunisi langsung dan gas air mata untuk mencegah pengunjuk rasa memindahkan barikade. Para pengunjuk rasa menduduki bagian dari tiga jembatan strategis - Ahrar, Sinak dan Jumhuriya - dalam bentrokan dengan pasukan keamanan. Ketiganya mengarah ke Zona Hijau yang dijaga ketat, pusat pemerintahan Irak.

Di selatan kota Nasiriyah, pasukan keamanan menggunakan tembakan langsung dan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa di dua jembatan utama, Zaitoun dan Nasr, yang mengarah ke pusat kota. Bentrokan sengit telah terjadi di Nasiriyah dalam beberapa hari terakhir, dengan sedikitnya 31 pengunjuk rasa tewas.

Para pejabat berbicara dengan syarat anonimitas sesuai dengan peraturan. Abdul-Mahdi merujuk pada meningkatnya jumlah kematian oleh pasukan keamanan dalam pidatonya.

"Kami melakukan yang terbaik untuk menghentikan pertumpahan darah, dan pada saat itu kami membuat keputusan berani untuk berhenti menggunakan amunisi langsung, tetapi sayangnya ketika bentrokan terjadi akan ada konsekuensi," katanya. [pan]

Baca juga:
Aksi Protes di Irak Makin Mencekam, Lebih dari 400 Orang Tewas
Amerika Habiskan Dana Perang USD 6,4 Triliun di Timur Tengah dan Asia
Bocoran Kabel Intelijen Ungkap Pengaruh Kuat Iran dalam Pemerintahan Irak
Bentrokan Unjuk Rasa Pecah Pagi Hari di Irak, Puluhan Orang Terluka
Tim Penyelidik Temukan Bukti Kejahatan Perang Inggris di Irak
Ratusan Orang Tewas dan Luka-Luka, Demonstrasi di Irak Makin Panas

Topik berita Terkait:
  1. Irak
  2. Demonstrasi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini