PM Benjamin Netanyahu Imbang Dengan Oposisi di Pemilu Israel

Rabu, 10 April 2019 13:40 Reporter : Merdeka
PM Benjamin Netanyahu Imbang Dengan Oposisi di Pemilu Israel Benjamin Netanyahu. ©REUTERS

Merdeka.com - Setidaknya sudah 94 persen suara dihitung dalam Pemilu Israel pada Rabu (10/4). Dari jumlah suara itu menunjukkan hasil imbang antara partai petahana yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan partai oposisi.

Partai Likud di bawah pimpinan Netanyahu dan aliansi sentris Biru dan Putih diproyeksikan masing-masing akan memenangkan 35 kursi, setelah mereka meraup 29,2 persen suara, demikian seperti dikutip Liputan6.com dari BBC, Rabu (10/4).

Exit polls telah memprediksi persaingan ketat tanpa pemenang yang jelas. Ini membuat kedua pemimpin baik Netanyahu dan pemimpin Biru dan Putih yakni Benny Gantz saling mengklaim kemenangan.

"Kami menang! Publik Israel telah mengatakannya!" Blue and White berkata dalam sebuah pernyataan.

"Pemilihan ini memiliki pemenang yang jelas dan pecundang yang jelas."

Di tempat terpisah, markas partainya di Tel Aviv, Netanyahu juga merayakannya.

"Ini adalah malam kemenangan kolosal," katanya.

"Saya sangat tersentuh bahwa, untuk kelima kalinya, orang-orang Israel percaya kepada saya."

Tidak ada partai yang pernah memenangkan mayoritas Parlemen Israel dengan total 120 kursi dan selalu memiliki pemerintahan koalisi.

Hasil itu juga menempatkan Netanyahu dalam posisi yang kuat untuk membentuk pemerintahan koalisi sayap kanan. Kuat indikasi, Netanyahu akan berada di posisi terdepan untuk membentuk koalisi dan meraih rekor masa jabatan kelima. Ini membuatnya menyalip ayah pendiri Israel David Ben-Gurion sebagai perdana menteri terlama.

Benjamin Netanyahu selama ini mengedepankan pesan keras tentang keamanan menjelang pemungutan suara dan segera menjadi salah satu poin utama pemilu. Dia juga membuat pengumuman penting pada hari-hari terakhir kampanye, menyarankan pemerintah baru akan mencaplok permukiman Yahudi di Tepi Barat Palestina yang diduduki.

Permukiman tersebut dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional, meskipun Israel membantahnya. Netanyahu juga menghadapi tuduhan korupsi yang dia bantah. Dia mengatakan dia adalah korban "perburuan penyihir" politik yang dirancang untuk mempengaruhi pemilihan.

Dalam kontroversi terpisah pada hari Selasa, politisi Arab Israel mengutuk partainya Likud karena mengirim 1.200 pengamat yang dilengkapi dengan kamera tubuh tersembunyi ke tempat pemungutan suara di komunitas Arab.

Aliansi Arab, Hadash-Taal, mengatakan itu adalah tindakan "ilegal" yang berusaha mengintimidasi orang Arab. Likud mengatakan ingin memastikan hanya "suara sah" yang diberikan.

Sementara itu, penantang utama Netanyahu, Gantz merupakan pensiunan letnan jenderal yang membentuk Blue and White pada bulan Februari, berjanji untuk menyatukan negara yang telah "kehilangan arah".

Mantan kepala staf militer Israel berusia 59 tahun itu telah menyaingi sikap keras Netanyahu tentang keamanan dan menjanjikan politik yang lebih bersih.

Platform kampanye Gantz merujuk pada "pemisahan" dari Palestina tetapi tidak secara khusus menyebutkan mereka memiliki negara merdeka. Ia juga menyerukan kontrol terus atas Lembah Jordan dan mempertahankan blok pemukiman Tepi Barat.

Reporter: Rizki Akbar Hasan [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini