Pfizer Mulai Lakukan Uji Coba Klinis Vaksin Khusus Omicron

Rabu, 26 Januari 2022 20:24 Reporter : Hari Ariyanti
Pfizer Mulai Lakukan Uji Coba Klinis Vaksin Khusus Omicron Ilustrasi vaksin pfizer. ©2021 Merdeka.com/pixabay

Merdeka.com - Pfizer-BioNTech telah mulai melakukan uji coba klinis kandidat vaksin Covid-19 khusus Omicron yang mereka kembangkan, seperti yang diumumkan perusahaan ini dalam rilisnya pada Selasa.

Penelitian akan mengevaluasi vaksin terkait keamanannya, toleransi, dan tingkat respons imunnya, baik untuk dosis vaksin utama dan dosis booster, terhadai 1.420 orang dewasa berusia 18 sampai 55 tahun.

Penelitian ini dipecah menjadi tiga kelompok:

Peserta dalam kelompok pertama telah menerima dua dosis vaksin Covid Pfizer yang ada saat ini sekurang-kurangnya 90 sampai 180 hari sebelum penelitian. Mereka akan menerima satu atau dua dosis vaksin khsuus Omicron.

Peserta pada kelompok kedua telah menerima tiga dosis vaksin Pfizer yang ada saat ini sekurang-kurangnya 90 sampai 180 hari sebelum penelitian. Mereka akan menerima satu dosis vaksin Pfizer atau vaksin khusus Omicron.

Peserta pada kelompok ketiga belum menerima vaksin sama sekali. Mereka akan menerima tiga dosis vaksin khusus Omicron.

Dosis vaksin khusus Omicron yang akan disuntikan sebanyak 30 mikrogram, sama dengan vaksin yang ada saat ini.

"Sementara penelitian terbaru dan data dunia nyata menunjukkan booster terus memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit parah dan rawat inap karena Omicron, kami mengakui perlunya untuk bersiap jika perlindungan ini berkurang seiring waktu dan untuk membantu mengatasi Omicron dan varian baru di masa yang akan datang," jelas Wakil Presiden Senior dan Kepala Penelitian dan Pengembangan Vaksin Pfizer, Kathrin Jansen dalam rilis tersebut, dikutip dari CNN, Rabu (26/1).

CEO Pfizer, Albert Bourla menyampaikan bulan lalu, jika vaksin baru diperlukan untuk virus corona varian Omicron, perusahaannya akan mempersiapkannya pada Maret. Namun, juru bicara Pfizer mengonfirmasi pihaknya telah telah mulai memproduksi vaksin ini.

"Setelah Omicron, kami proaktif menyelidiki dan membuat vaksin berbasis Omicron jika diperlukan," jelas juru bicara ini kepada CNN.

Namun, lanjutnya, pihaknya tetap harus memegang hasil penelitian dan berdiskusi dengan otoritas kesehatan termasuk persetujuan otoritas sebelum vaksin digunakan.

Pfizer menyampaikan, produksi vaksin yang diharapkan tidak akan terpengaruh jika perusahaan perlu beralih ke vaksin baru. Pfizer berharap dapat memproduksi 4 miliar dosis vaksin Covid-19 di 2022.

Baca juga:
Penelitian: Vaksin Covid Tidak Berpengaruh pada Kesuburan Pria dan Wanita
Suntikan Booster Vaksin Moderna dan Pfizer 90 Persen Efektif Lawan Omicron
Indonesia Kembali Terima 1,2 Juta Dosis Vaksin Pfizer dari Covax
Dosis Keempat Vaksin Pfizer Kurang Efektif Lawan Omicron
BPOM Keluarkan Anjuran Merek Booster Bagi Penerima Vaksin Sinovac dan AstraZeneca
Penerima Vaksin AstraZeneca Bisa Dapat Booster Setengah Dosis Pfizer

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini