Pfizer Gugat Karyawan karena Diduga Curi Informasi Rahasia Vaksin Covid-19

Kamis, 25 November 2021 11:11 Reporter : Hari Ariyanti
Pfizer Gugat Karyawan karena Diduga Curi Informasi Rahasia Vaksin Covid-19 Kantor pusat Pfizer di Manhattan, New York City, AS.. ©Carlo Allegri/Reuters

Merdeka.com - Pfizer Inc menggugat seorang karyawannya karena diduga mencuri sejumlah dokumen rahasia, termasuk yang berkaitan dengan vaksin Covid-19, yang disebut bakal diserahkan ke pesaing perusahaan tersebut.

Dalam gugatan yang diajukan pada Selasa di pengadilan federal San Diego, Pfizer menyampaikan Chun Xiao Li melanggar perjanjian kerahasiaan dengan mengunggah lebih dari 12.000 berkas tanpa izin ke akun dan perangkat pribadinya dari laptop perusahaan.

Berkas itu termasuk "playbook atau buku strategi" berisi penilaian dan rekomendasi internasil terkait vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech, perusahaan Jerman yang menjadi rekan kerjasama Pfizer, dan presentasi berkaitan dengan antibodi kanker.

Dilansir Reuters, Kamis (25/11), Pfizer mengatakan Li, seorang direktur statistik, berulang kali berusaha menutupi jejaknya, bahkan menyiapkan laptop "umpan" untuk mengelabui tindakannya.

"Li telah merugikan Pfizer terkait apa yang dia ambil, bagaimana dia mengambilnya, kapan dan mengapa dia melakukannya, dan di mana berkas-berkas itu (dan mungkin yang lain) dapat ditemukan," jelas perusahaan yang berbasis di New York itu.

Pfizer mengatakan Li akan mengundurkan diri setelah 15 tahun di perusahaan tersebut pada 29 November, dan tampaknya memiliki tawaran untuk bergabung dengan Xencor Inc, perusahaan klinis California yang fokus pada pengobatan kanker dan penyakit autoimun.

Li belum bisa dihubungi untuk meminta komentarnya terkait gugatan ini. Xencor, pihak yang tidak termasuk tergugat, menolak berkomentar.

Pfizer mengatakan kompetitornya berusaha merekrut karyawannya khususnya selama 2021 ini.

Dalam sebuah perintah yang dikeluarkan pada Selasa malam, Hakim Distrik AS Cathy Ann Bencivengo sementara memblokir Li menggunakan rahasia perdagangan Pfizer, dan mengatakan pengacara perusahaan bisa memeriksa akun dan perangkat di mana dia mungkin menyimpan berkas tersebut.

Hakim menjadwalkan sidang kasus ini pada 9 Desember mendatang. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini