Pesawat Tempur Brasil Mulai Siramkan Air buat Padamkan Kebakaran Hutan Amazon

Senin, 26 Agustus 2019 14:08 Reporter : Merdeka
Pesawat Tempur Brasil Mulai Siramkan Air buat Padamkan Kebakaran Hutan Amazon hutan amazon yang terbakar. ©2019 REUTERS/Ueslei Marcelino

Merdeka.com - Pesawat-pesawat tempur Brasil menyiramkan air di atas langit Amazon, wilayah Negara Bagian Rondonia. Upaya ini dilakukan setelah mendapat mandat dari Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada Minggu (25/8) kemarin.

Menanggapi protes internasional atas kebakaran yang melanda hutan hujan Amazon, Presiden Bolsonaro akhirnya memerintahkan operasi militer di tujuh negara bagian untuk mengatasi krisis lingkungan tersebut. Menurut juru bicara kantor kepresidenan, operasi militer dilakukan sebagai tanggapan atas permintaan bantuan dari pemerintah daerah, seperti dilansir laman Reuters, Senin (26/8).

Berdasarkan pemantauan Reuters yang ikut dalam brigade pemadam keakaran di dekat ibu kota Negara Bagian Porto Velho, terdapat sebuah area yang luasnya lebih besar dari lapangan sepak bola telah hangus terbakar. Meski demikian, titik-titik api masih terlihat di antara pepohonan yang tersisa.

Belasan petugas pemadam kebakaran dari badan penegakan lingkungan, Ibama, membersihkan sisa area yang terbakar dengan mesin peniup daun dan menyiramkan air ke titik-titik api yang masih tersisa.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Kementerian Pertahanan pada Sabtu (24/8) malam waktu lokal, terlihat sebuah pesawat militer menghujani kepulan asap di atas Amazon dengan ribuan liter air dari dua jet raksasa.

Reuters melaporkan, aksi penyelamatan Amazon oleh militer Brasil ini dilakukan setelah para pemimpin negara-negara yang tergabung dalam G7 menyatakan keprihatinan besar atas kebakaran yang menghanguskan kawasan hutan hujan tropis terbesar di dunia itu.

Sebagai tuan rumah G7, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Minggu kemarin mengatakan, G7 telah mendekati kesepakatan untuk memberikan bantuan teknis dan keuangan kepada wilayah yang terkena dampak kebakaran Amazon.

Hingga 24 Agustus kemarin, hampir 80.000 kasus kebakaran dilaporkan dari seluruh wilayah Brasil. Tahun ini dikatakan sebagai kasus kebakaran terburuk yang dialami Amazon, menurut pantauan lembaga riset luar angkasa Brasil, INPE.

Melalui akun Twitternya Bolsonaro mengatakan bahwa dirinya telah menerima tawaran pesawat dan bantuan khusus dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk melakukan operasi pemadaman.

Di luar Rondonia, pemerintah belum memberikan rincian upaya pemadaman di negara bagian lain. Kementerian Pertahanan mengatakan, sebanyak 44.000 tentara telah disiapkan di wilayah Utara Amazon. Namun, tidak dikatakan lebih lanjut apa saja tugas yang mereka lakukan ataupun pembagian wilayah tugas puluhan ribu pasukan itu.

Kementerian Pertahanan mengatakan, pihak militer telah merencanakan operasi pemadaman di tujuh negara bagian yang meminta bantuan. Dikatakan bahwa operasi pemadaman sudah mulai dilaksanakan. Menurut saksi mata Reuters, di sekitar Porto Velho terlihat sejumlah personel militer melakukan upaya pemadaman.

Menteri Kehakiman Sergio Moro juga memberikan wewenang kepada polisi militer untuk membantu proses pemadaman api. Dikabarkan, 30 tim pasukan akan dikirim dari Ibu Kota Brasilia ke Porto Velho.

Sementara, kantor kepresidenan mengunggah foto polisi dalam sebuah pesawat menuju Rondonia. Sebuah video juga diunggah oleh Menteri Lingkungan Hidup Ricardo Salles. Dalam video tersebut terlihat truk pencegahan kebakaran dan kendaraan pemerintah lain telah bergerak, guna merespons dampak kebakaran di Rondonia.

Dalam pertemuan bilateral di Peru dan Majelis Umum PBB, Presiden Kolombia Ivan Duque mengatakan, pihaknya akan mengusahakan terbentuknya perjanjian internasional soal konservasi, dengan negara-negara yang dilintasi kawasan Amazon.

"Kolombia ingin memimpin pakta (perjanjian internasional), pakta konservasi antara negara-negara yang memiliki wilayah Amazon," ujar Duque setelah bertemu dengan masyarakat adat di Kota Leticia, Amazon wilayah Kolombia Selatan.
"Kita harus memahami perlindungan ibu pertiwi kita dan Amazon adalah tugas kita, sebuah tugas moral," tandasnya.

Sebagai hutan hujan terluas di dunia, Amazon menyumbang setidaknya 20 persen oksigen untuk dunia. Hal ini menjadikannya dijuluki sebagai paru-paru dunia. Selain rumah bagi beragam spesies flora dan fauna, Amazon juga merupakan rumah bagi sekitar satu juta penduduk asli dari kurang lebih 500 suku.

Kebakaran Amazon yang begitu hebat di tahun ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Ilmuwan Iklim Brasil, Carlos Nobre mengatakan, dia khawatir jika 20-25 persen ekosistem Amazon hancur akibat bencana ini. Kebakaran Amazon juga disebut dapat mengubah kawasan hutan hujan itu menjadi sabana, atau padang rumput. Nobre memperingatkan, kemungkinan besar hal itu akan terjadi, mengingat, 15-17 persen wilayah hutan hujan itu telah hangus dilahap si jago merah.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini