Pertama Kali dalam Sejarah, Warga Korea Utara Diekstradisi ke AS untuk Diadili

Rabu, 24 Maret 2021 18:13 Reporter : Hari Ariyanti
Pertama Kali dalam Sejarah, Warga Korea Utara Diekstradisi ke AS untuk Diadili Korea Utara dan Malaysia Putuskan Hubungan Diplomatik. ©2021 AFP/Aliff NOR

Merdeka.com - Seorang pria Korea Utara yang dituduh melakukan pencucian uang untuk memasok barang-barang mewah ilegal ke negaranya diekstradisi ke AS setelah hampir dua tahun menjalani proses hukum. Demikian disampaikan Departemen Kehakiman AS pada Senin.

Mun Chol Myong (55) akan disidang di Amerika atas dugaan pelanggaran sanksi atas program nuklir Korea Utara. Sanksi ekonomi yang dijatuhkan terhadap Korea Utara salah satunya memutus aliran pendapatan negara tersebut. Kedatangan Mun ke AS menandai pertama kalinya Washington berhasil mengekstradisi warga Korea Utara.

“Salah satu tantangan kontraintelijen terbesar FBI adalah membawa terdakwa ke luar negeri untuk diadili, terutama dalam kasus Korea Utara,” jelas Alan E Kohler Jr dari Divisi Kontra Intelijen FBI dalam siaran pers Departemen Kehakiman.

“Terima kasih atas kemitraan FBI dengan otoritas asing, kami bangga membawa Mun Chol Myong ke Amerika Serikat untuk diadili, dan kami berharap dia akan menjadi yang pertama dari banyak lainnya,” lanjutnya, dikutip dari laman NK News, Rabu (24/3).

Korea Utara mengecam ekstradisi tersebut, dan hubungan diplomatik dengan Malaysia juga memburuk, dampak dari ekstradisi Mon yang sebelumnya menjalani proses hukum di Malaysia.
Akhir pekan lalu, media pemerintah Korea Utara mengumumkan negara itu akan memutuskan hubungan dengan Malaysia karena menyerahkan Mun ke AS, mengancam Washington akan menanggung akibatnya. Sehari kemudian, Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan akan mengusir diplomat Korea Utara dari negara itu dan mengatakan akan menutup kedutaan besarnya di Pyongyang. Pada 21 Maret, para diplomat Korea Utara keluar dari Malaysia.

Berdasarkan keterangan Departemen Kehamikan, Mun dituduh melakukan pencucian uang dalam transaksi bernilai lebih dari USD 1,5 juta antara April 2013 dan November 2018 dan diduga melanggar sanksi PBB dan AS. Surat dakwaan juga mengklaim Mun berafiliasi dengan organisasi intelijen utama Korea Utara, Biro Umum Pengintaian.

“Dengan sengaja menyembunyikan bahwa transaksi mereka adalah untuk kepentingan entitas DPRK (Korea Utara), Mun dan konspiratornya menipu bank koresponden AS agar memproses transaksi dolar AS untuk kepentingan entitas DPRK,” jelas Departemen Kehakiman dalam rilisnya.

Mun saat ini menghadapi enam tuduhan pencucian uang dan berkonspirasi untuk melakukan pencucian uang. Dia pertama kali muncul di hadapan pengadilan federal AS di District of Columbia pada Senin. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini