Pertama kali, Arab Saudi gelar pameran mobil khusus perempuan

Jumat, 12 Januari 2018 12:58 Reporter : Ira Astiana
Showroom mobil khusus wanita di Arab Saudi. ©2018 theguardian.com

Merdeka.com - Para perempuan di Arab Saudi patut bergembira setelah Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mencabut larangan mengemudi. Dengan dikeluarkannya dektrit itu, kini perempuan Saudi bisa bepergian dengan kendaraan pribadi tanpa perlu takut melanggar aturan kerajaan.

Meski tidak semua perempuan bisa menyetir, namun banyak dari mereka yang bertekad membeli kendaraan roda empat untuk memudahkan mobilitas mereka. Hal itu juga yang membuat mereka berbondong-bondong menghadiri pameran mobil khusus wanita pertama di pusat perbelanjaan Le Mall, Jeddah, kemarin.

"Saya selalu tertarik dengan mobil, tetapi kami tidak memiliki kemampuan mengemudi. Tetapi saya tetap ingin membeli mobil, semoga harganya tidak terlalu mahal," kata Ghada al-Ali, salah seorang pengunjung pameran tersebut dikutip dari laman the Guardian, Jumat (12/1).

Sementara itu, penyelenggara pameran berkata bahwa pameran ini berfokus pada mobil hemat bahan bakar, mengingat saat ini pemerintah menaikkan harga gas domestik dan memperkenalkan PPN mulai Januari. Selain itu mereka juga menyediakan sales perempuan untuk menarik pelanggan baru.

"Kita tahu bahwa wanita merupakan bagian paling penting dari sebuah pusat perbelanjaan karena mereka suka belanja. Karena itu kami membuat slogan Drive and Shop untuk pameran ini," jelas Sharifa Mohammad yang mengepalai sales perempuan di pameran tersebut.

Sebelumnya, Saudi merupakan satu-satunya negara yang melarang wanita mengemudi. Hal itu membuat para aktivis hak asasi manusia menyerukan diakhirnya larangan itu. Sebab, larangan tersebut dianggap membatasi mobilitas perempuan dan dinilai sebagai lambang penindasan perempuan.

Pada September lalu, kerajaan pun mengeluarkan dektrit untuk mengakhiri aturan itu. Banyak orang berpendapat bahwa gebrakan aturan ini ada kaitannya dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang mulai memegang posisi sentral di kerajaan.

Pria tersebut dianggap memberi pengaruh besar dalam beberapa perubahan di negara yang kuat akan tradisi patriarki tersebut. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Arab Saudi
  2. Pameran Otomotif
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.