Persenjataan Korea Utara Makin Lengkap, Apa Saja Kehebatannya?

Rabu, 13 Oktober 2021 11:46 Reporter : Pandasurya Wijaya
Persenjataan Korea Utara Makin Lengkap, Apa Saja Kehebatannya? kim jong un dan nuklirnya. ©Reuters

Merdeka.com - Dalam kongres partai Januari lalu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengungkap daftar rincian persenjataan yang sedang dikembangkan negaranya untuk melawan serangan musuh.

Kim sebelumnya sudah pernah memamerkan sejumlah persenjataan baru Korut sejak tahun lalu.

Korut sudah menggelar enam kali uji coba rudal sejak Kkongres partai. Tindakan itu melanggar resolusi PBB yang melarang Korut mengembangkan senjata rudal balistik.

Pekan lalu Korut mengatakan telah menguji coba apa yang mereka sebut sebagai rudal hipersonik pertama. Rudal baru bernama Hwasong-8 itu adalah rudal balistik yang dilengkapi hulu ledak hipersonik yang bisa lepas di udara.

Militer Korut mengatakan Hwasong-8 masih dalam tahap awal pengembangan, artinya Korut masih butuh beberapa tahun lagi untuk masuk dalam daftar negara elit militer seperti Amerika Serikat dan Rusia. Namun uji coba itu menandakan Korut mampu mengembangkan rudal yang membawa hulu ledak nuklir dan itu lebih mudah menghindari deteksi radar dan lebih sulit diantisipasi.

Presiden AS Joe Biden memperingatkan akan ada balasan jika Korut terus-terusan memperpanasa situasi di Semenanjung Korea. Namun sejauh ini AS belum menjatuhkan sanksi baru terhadao Korut meski negara itu kerap melanggar resolusi PBB. AS sudah mencoba memberi sanksi dan menggelar dialog untuk membujuk Korut agar menghentikan program senjata nuklirnya. Namun kedua cara itu sejauh ini tidak berhasil.

Korea Utara justru kian mengembangkan program senjata nuklirnya dan memodernisasi kapal perang. Apa saja kekuatan armada persenjataan Korut? Berikut ulasannya, seperti dilansir laman the New York Times awal bulan ini:

Rudal berhulu ledak nuklir

Rudal balistik Korut mampu membawa hulu ledak nuklir dan mereka sudah menggelar enam kali uji coba antara 2006 hingga 2017. Empat yang terakhir dilakukan di masa kepemimpinan Kim.

Uji coba yang terakhir dan yang paling kuat dilakukan pada September 2017, ketika Korut mengklaim berhasil meledakkan senjata termonuklir atau bom hidrogen. Kekuatan ledakan senjata itu diperkirakan berkisar antara 50 hingga 300 kiloton.

Hanya dengan 100 kiloton lagi makan kekuatan ledakan uji coba keenam itu akan sama dengan bom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945.

Korut sudah berhasil mengekstrak plutonium, bahan bakar bom dari reaktor nuklir rancangan Soviet di Yongbyon, sebelah utara Pyongyang. Reaktor itu juga mampu memproduksi senjata hasil pengayaan uranium, bahan bakar bom jenis lain.

001 debby restu utomo
©2018 Army Recognition

Hingga Januari 2020, Korut memiliki 30-40 hulu ledak nuklir dan mampu memproduksi bahan baku untuk enam atau tujuh bom per tahun, menurut estimasi dari Asosiasi Kontrol Senjata. Sejumlah sinyal belakangan ini memperkirakan Korut mungkin sedang memperbanyak produksi plutonium dan uranium di Yongbyon.

Selain senjata nuklir, Korut juga menyimpan ribuan ton senjata biologi dan kimia yang bisa diluncurkan dengan rudal. Ketika kakak tiri Kim, Kim Jong-nam, dibunuh di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2017, agen Korut memakai racun saraf VX yang dilarang internasional.

Baca Selanjutnya: Rudal Korut mampu meluncur lebih...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini