Persaingan AS dan China Tembus Hingga ke Luar Angkasa

Selasa, 26 Januari 2021 07:21 Reporter : Hari Ariyanti
Persaingan AS dan China Tembus Hingga ke Luar Angkasa Perusahaan ini bisa bawa Anda melancong ke luar angkasa. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Lima belas tahun lalu Beijing sudah memulai perburuan senjata antisatelit. Sekarang, senjata ini bisa mengancam armada orbit militer Amerika Serikat. Senjata canggih di pangkalan militer China dapat menembakkan hulu ledak yang menghancurkan satelit dan dapat menembakkan sinar laser yang berpotensi merusak rangkaian sensor halus.

Dan serangan siber China dapat memutuskan Pentagon dari kontak dengan armada satelit yang melacak pergerakan musuh, menyampaikan komunikasi di antara pasukan, dan memberikan informasi untuk penargetan yang tepat dari senjata pintar.

Di antara masalah keamanan nasional terpenting yang sekarang dihadapi Presiden Joe Biden adalah bagaimana menghadapi ancaman yang ditimbulkan China terhadap militer Amerika di luar angkasa.

Pemerintahan Biden belum menunjukkan apa yang akan dilakukan terhadap warisan kebijakan Donald Trump di bidang ini: Space Force (Pasukan Luar Angkasa), cabang baru militer yang dikritik karena memakan anggaran besar dan dapat memicu perlombaan senjata baru yang berbahaya.
“Ada kesadaran baru bahwa sistem luar angkasa kita cukup rentan,” jelas pejabat Pentagon era Obama, Greg Grant, dikutip dari The New York Times, Senin (25/1).

Tujuan perlindungan tersebut untuk menghadirkan Amerika di orbit yang begitu tangguh sehingga, seberapa besar serangan itu, sistem akan tetap berfungsi dengan baik membantu militer memproyeksikan kekuatan musuh dan serangan balik luar angkasa. Sistem itu juga bisa mencegah serangan Beijing sejak awal.

Menteri Pertahanan AS yang baru terpilih, Lloyd J. Austin III, pekan lalu mengatakan kepada Senat, dia akan tetap fokus mempertajam "keunggulan kompetitif" AS melawan militer China yang semakin kuat.

Dia menyerukan langkah baru Amerika dalam membangun "platform berbasis ruang angkasa" dan berulang kali menyebut ruang angkasa sebagai domain perang.

“Luar angkasa sudah menjadi arena persaingan kekuatan besar,” jelasnya, menyebut China sebagai ancaman paling signifikan di masa depan.

Baca Selanjutnya: Kebangkitan Beijing...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini