Peretas China Incar Perusahaan Farmasi India Pembuat Vaksin Covid-19

Selasa, 2 Maret 2021 13:03 Reporter : Hari Ariyanti
Peretas China Incar Perusahaan Farmasi India Pembuat Vaksin Covid-19 wabah corona di india. ©Reuters

Merdeka.com - Kelompok peretasan yang didukung pemerintah China dalam beberapa pekan terakhir menargetkan sistem IT dua perusahaan pembuat vaksin India, yang vaksin virus coronanya digunakan dalam kampanye imunisasi di negara tersebut. Demikian diungkapkan perusahaan intelijen siber, Cyfirma kepada Reuters.

China dan India yang saling bersaing ini keduanya menjual atau menghibahkan vaksin Covid-19 ke berbagai negara. India memproduksi lebih dari 60 persen seluruh vaksin yang dijual di dunia.

Cyfirma, yang berbasis di Singapura dan Tokyo, mengatakan kelompok peretasan China APT10, juga dikenal sebagai Stone Panda, telah mengidentifikasi kesenjangan dan kerentanan dalam infrastruktur teknologi informasi (TI) dan rantai pasokan perangkat lunak Bharat Biotech dan Serum Institute of India (SII), pembuat vaksin terbesar di dunia.

“Motivasi sebenarnya di sini sebenarnya eksfiltrasi properti intelektual dan mendapatkan manfaat kompetitif perusahaan farmasi India,” jelas Kepala Eksekutif Cyfirma, Kumar Ritesh, yang merupakan mantan pejabat tinggi badan intelijen Inggris MI6, dilansir Channel News Asia, Selasa (2/3).

Ritesh mengatakan APT10 secara aktif menargetkan SII, yang memproduksi vaksin AstraZeneca untuk banyak negara dan segera memproduksi vaksin Novavax.

“Dalam kasus Serum Institute, mereka menemukan sejumlah server publik mereka memperlambat jalannya server web, ini adalah server web yang rentan,” jelas Ritesh merujuk ke para peretas.

“Mereka berbicara tentang aplikasi web yang lemah, mereka juga berbicara tentang sistem manajemen konten yang lemah. Ini cukup mengkhawatirkan.”

Kementerian Luar Negeri China belum merespons permintaan komentar terkait hal ini.

SII dan Bharat Biotech juga menolak berkomentar. Tim Respons Kedaruratan Komputer yang dikelola pemerintah India juga belum mengomentari hal ini.

Pada 2018, Departemen Kehakiman AS mengatakan APT10 bertindak atas kerjasama dengan Kementerian Keamanan Negara China.

November lalu, Microsoft menyampaikan pihaknya mendeteksi serangan siber dari Rusia dan Korea Utara, menargetkan perusahaan pengembang vaksin Covid-19 di India, Kanada, Prancis, Korea Selatan, dan AS. Peretas Korea Utara berusaha memasuki sistem perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca.

Ritesh mengatakan belum jelas informasi terkait vaksin apa yang berhasil diakses APT10.
COVAXIN yang dikembangkan Bharat Biotech bersama Dewan Peneliti Kedokteran India, akan diekspor ke berbagai negara termasuk Brasil. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini