Perempuan muda cantik ini berani lawan Putin

Jumat, 15 April 2016 08:17 Reporter : Pandasurya Wijaya
Perempuan muda cantik ini berani lawan Putin olga li. ©Newsweek

Merdeka.com - Namanya Olga Li. Umurnya 29 tahun. Ibu dua anak itu dilahirkan di sebuah kota kecil di Kazakhstan. Dari sosoknya, dia tidak seperti orang-orang yang menjadi musuh pemerintah Rusia selama ini. Tapi dari kantornya di Kota Kursk, perempuan yang tadinya wartawan kemudian menjadi anggota dewan di daerah itu, sudah memicu kemarahan Kremlin. Dia dikenal sebagai sosok antikorupsi yang sudah membuat para koruptor di Rusia panas kupingnya.

Olga saat ini menjadi sorotan media Rusia karena dia terancam hukuman dua tahun penjara. Kesalahannya: kritis kepada pemerintah dan menuding Presiden Vladimir Putin korupsi.

Bagi pemerintah Negeri Beruang Merah Olga adalah sosok yang bisa merusak martabat bangsa dan membahayakan negara.

"Kasus pengaduan hukum terhadap saya sangat tidak masuk akal," kata Olga kepada Newsweek, Kamis (14/4). Sebelumnya Olga pernah mengunggah video yang berisi tuduhan korupsi terhadap Putin. Video yang sudah dilihat ribuan orang itu dimuat di situs koran lokal yang dia pimpin.

olga li YouTube


Video dia yang paling banyak dilihat orang adalah yang dia unggah bulan lalu. Dalam video itu dia berani mengkritik Putin secara langsung. Video itu di YouTube dilihat 376 ribu orang hanya dalam waktu enam menit. Olga menuding Putin sudah menghancurkan sistem keuangan Rusia dan merusak aturan hukum.

Menurut Olga dia sudah menyampaikan surat kritikan tentang korupsi di lingkungan pejabat daerah kepada pemerintah federal Rusia. Surat itu dia tulis pada Juni tahun lalu.

Olga mengkritik banyak pejabat daerah, termasuk Viktor Karamyshev, pejabat partai Persatuan Rusia pendukung Putin. Dia juga berseteru dengan jaksa di Kursk yang dia tuding terlibat korupsi jutaan rubel di proyek perbaikan jalan.

"Mereka yang merampok rakyat Rusia bukannya diminta bertanggung jawab tapi justru orang yang menginformasikan itu yang dianggap bersalah," kata dia.

Olga bukan tidak tahu hidupnya juga terancam jika terus mengkritik pemerintah.

"Saya kerap mendapat ancaman," kata dia. "Anak saya empat tahun dan dua tahun. Ya, saya takut, tapi saya ingin hidup di Rusia yang persoalan hak asasinya bukan hanya muncul di atas kertas." [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini