Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Janji yang Membahayakan Palestina

Jumat, 20 September 2019 11:16 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Janji yang Membahayakan Palestina Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. english.alarabiya.net ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali terpilih sebagai PM Israel untuk ke-5 kalinya. Pemilu Israel kali ini masih terkait dengan referendum Netanyahu yang sedang tersangkut kasus korupsi. Pilihannya, jika Netanyahu menang, maka dia tetap menjadi PM Israel. Namun jika kalah, Netanyahu siap dihukum karena kasus korupsi.

Pesaingnya Netanyahu adalah mantan Jenderal, Benny Gantz dari partai Biru dan Putih. Sedangkan Netanyahu dari Partai Likud. Pemilu Israel juga dilakukan dua kali. Pertama pada April 2019 dan kedua pada 17 September 2019.

Mengapa dua kali? Karena saat itu parlemen di Israel memutuskan menolak hasil pemilihan umum dan menjalankan pemilu ulang pada September.

Lantas bagaimana nasib perdamaian antara Israel dan Palestina jika Netanyahu kembali memimpin? Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Janji Ambil Paksa Wilayah Palestina

PM Benjamin Netanyahu berencana mengambil paksa wilayah Lembah Jordan dan Laut Mati utara jika memenangkan pemilu Israel. Rencana pengambilan wilayah yang dikatakan Netanyahu tidak termasuk kota-kota Palestina seperti Jericho Lembah Jordan, meskipun itu akan mengelilingi wilayah Israel.

Lembah Jordan merupakan wilayah strategis yang menyumbang sekitar sepertiga dari Tepi Barat dan telah menjadi incaran politikus sayap kanan Israel sebagai daerah yang tidak akan pernah mereka tinggalkan.

Permukiman Israel berada pada area C Tepi Barat, yang menyumbang sekitar 60 persen wilayah, termasuk sebagian besar Lembah Jordan.

Permukiman dianggap ilegal di bawah hukum internasional dan menjadi batu sandungan untuk perdamaian karena permukiman itu dibangun di atas tanah yang dianggap orang Palestina sebagai bagian dari negara masa depan mereka. Sedangkan Israel menganggap Lembah Jordan penting untuk keamanannya.

Janji Netanyahu tersebut dikecam keras Palestina, negara-negara Arab, PBB, dan Uni Eropa.

2 dari 4 halaman

Benny Gantz Sebut Janjinya Netanyahu Palsu

Janji yang diucap Netanyahu justru mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Pemimpin Partai Biru dan Putih Benny Gantz. Mantan jenderal ini menyebut janji Netanyahu itu sebagai 'deklarasi kosong' yang tidak berarti apa-apa.

Politikus partai-partai kecil sayap kanan yang juga bersaing dengan Netanyahu menuturkan, janji kontroversial untuk mengambil Lembah Jordan sudah terlambat.

3 dari 4 halaman

Membangun Pemerintahan Zionis yang Kuat

PM Israel Benjamin Netanyahu berjanji jika terpilih kembali sebagai Perdana Menteri, akan membentuk pemerintahan zionis yang kuat. Netanyahu juga memperingatkan pendukungnya tentang bahaya pemerintah anti-Zionis.

"Tidak ada dan tidak akan pernah ada pemerintah yang didukung oleh partai-partai Arab anti-Zionis yang menyangkal keberadaan Israel sebagai negara Yahudi dan demokratis, yang memuliakan teroris haus darah yang membunuh tentara kami," kata Netanyahu.

4 dari 4 halaman

Namakan Pemukiman di Dataran Tinggi Golan dengan Nama Trump

PM Israel Benjamin Netanyahu pada April 2019 pernah mengumumkan akan menamakan pemukiman warga Israel di Dataran Tinggi Golan dengan nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah itu merupakan bentuk terima kasih Netanyahu kepada Trump setelah presiden AS itu mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel Maret lalu.

Perlu diketahui, Dataran Tinggi Golan berada di perbatasan Israel. "Saya berada di Dataran Tinggi Golan yang indah. Seluruh rakyat Israel terharu ketika Presiden Trump membuat keputusan bersejarah dengan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan," kata dia.

Pada Maret lalu Trump bertemu dengan Netanyahu di Washington untuk menandatangani pernyataan pengakuan AS terhadap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel.

Netanyahu menyebut keputusan Trump itu sebagai 'keadilan sejarah' dan 'kemenangan diplomatik'. [dan]

Baca juga:
Netanyahu Menang Pemilu Ulang, Akan Kembali Menjabat untuk Periode Kelima
Janji Netanyahu Caplok Lembah Jordan Picu Kontroversi dan Kemarahan
Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Koalisi, Israel bakal Gelar Pemilu Ulang
Protes Kekebalan Hukum Benjamin Netanyahu, Ribuan Warga Israel Turun ke Jalan
Ribuan Warga Israel Turun ke Jalan Protes Kekebalan Hukum Benjamin Netanyahu
Netanyahu Akan Namakan Pemukiman di Dataran Tinggi Golan dengan Nama Trump

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini