Perawat di California Positif Covid-19 Setelah Disuntik Vaksin Pfizer

Kamis, 31 Desember 2020 09:53 Reporter : Pandasurya Wijaya
Perawat di California Positif Covid-19 Setelah Disuntik Vaksin Pfizer Penyuntikan Vaksin Covid-19 di Inggris. ©2020 REUTERS/Pool

Merdeka.com - Seorang perawat di California, Amerika Serikat, dites positif Covid-19 lebih dari sepekan setelah dia mendapat vaksin Pfizer, seperti dilaporkan grup media ABC News dua hari lalu. Namun seorang pakar medis dan pihak Pfizer mengatakan tubuh manusia perlu waktu untuk membentuk perlindungan antibodi.

Pfizer "akan mengevaluasi semua informasi dari kasus ini dan semua laporan dari diagnosa setelah vaksinasi," kata pernyataan Pfizer kepada Reuters.

"Berdasarkan penelitian keamanan dan efektivitas tahap ketiga yang kami miliki, vaksin ini memberikan perlindungan terhadap Covid-19 dalam waktu 10 hari dari dosis pertama dan kemudian perlindungan itu terus meningkat setelah dosis kedua, artinya dibutuhkan 2 dosis vaksinasi," kata Pfizer, seperti dilansir Reuters, Rabu (30/12).

"Siapa pun bisa tertular penyakit sebelum atau setelah vaksinasi," kata pernyataan Pfizer.

Matthew W, 45 tahun, seorang perawat di dua rumah sakit berbeda, mengatakan dalam sebuah unggahan Facebook pada 18 Desember, dia sudah mendapat suntikan vaksin Pfizer. Dia mengaku tangannya sakit seharian tapi dia tidak mengalami efek samping serius.

Enam hari kemudian di malam Natal dia jatuh sakit setelah bekerja di unit Covid-19, kata laporan media grup ABC News. Dia menggigil dan kemudian pegal-pegal dan lesu.

Dia kemudian pergi menyetir menuju rumah sakit untuk tes Covid-19 dan dinyatakan positif sehari setelah Natal.

Christian Ramers, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Family Health Center San Diego mengatakan kepada grup media ABC News, skenario ini bukan tidak mungkin terjadi.

"Kita tahu dari uji coba vaksin, butuh 10-14 hari bagi tubuh untuk membentuk perlindungan dari vaksin," ujar Ramers. "Dosis pertama memberi perlindungan sekitar 50 persen dan Anda perlu dosis kedua yang bisa meningkatkan perlindungan hingga 95 persen." [pan]

Baca juga:
Overdosis Vaksin Covid-19, Petugas Kesehatan Jerman Dirawat di RS
Satu Juta Warga Amerika Serikat Telah Divaksin Covid-19
Apoteker Israel Tak Sengaja Disuntik Kelebihan Dosis Vaksin Covid-19
Malaysia Beli 6,4 Juta Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Incar Vaksin China dan Rusia
Disiarkan Langsung di TV, Benjamin Netanyahu Orang Pertama Divaksin di Israel
Skema COVAX WHO Terancam Gagal, Negara-Negara Miskin Baru Kebagian Vaksin pada 2024
Pertimbangan Pemerintah Pilih Vaksin Sinovac Ketimbang Pfizer yang Dipakai Singapura

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini