Perangi Israel Sejak 1981, Siapa Sebenarnya Kelompok Jihad Islam Palestina?

Senin, 8 Agustus 2022 16:22 Reporter : Hari Ariyanti
Perangi Israel Sejak 1981, Siapa Sebenarnya Kelompok Jihad Islam Palestina? Pasukan Jihad Islam Palestina bersiap hadapi Israel. ©MAHMUD HAMS/AFP

Merdeka.com - Gerakan Jihad Islam Palestina menjadi alasan serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza pada Jumat malam. Jihad Islam disebut berada di balik serangkaian serangan di Israel. Tujuan Israel menggempur Gaza adalah membunuh komandan kelompok tersebut.

Setelah memborbardir Gaza yang menewaskan 31 orang, termasuk komandan Jihad Islam, Perdana Menteri Israel menyebut kelompok ini "proksi Iran yang ingin menghancurkan negara Israel".

Walaupun tidak memiliki roket jarak jauh seperti Hamas, penguasa di Gaza, Jihad Islam memiliki persenjataan kecil yang signifikan, mortir, roket, rudal anti-tank, dan sayap bersenjata aktif yang disebut Pasukan Quds.

"Jihad Islam dikenal menentang proses perdamaian dan negosiasi dengan Israel. Ia mengadopsi perjuangan bersenjata melawan pendudukan Israel, sama seperti Hamas. Jihad Islam merupakan sekutu dekat Iran. Karena berhubungan dengan Iran, kami menilai itulah salah satu penyebab serangan Israel," jelas Ibrahim Fraihat dari Doha Institue kepada Al Jazeera.

Jihad Islam dibentuk mahasiswa Palestina di Mesir pada 1981. Tujuannya adalah mendirikan negara Palestina di Tepi Barat yang diduduki, Gaza, dan daerah lainnya yang sekarang direbut Israel. Jihad Islam tergolong kelompok kecil, tidak sebesar Hamas.

"Walaupun kelompok kecil, Jihad Islam sangat efisien dan sangat tertata," kata Fraihat, dikutip dari laman Al Jazeera, Senin (8/8).

"Terlepas dari skalanya yang kecil, ia terlibat dalam semua konfrontasi dengan Israel."

Jumlah anggota Jihad Islam tidak bisa dipastikan, tetapi diperkirakan sekitar 1.000 sampai beberapa ribu pejuang, menurut data CIA World Factbook.

Jihad Islam yang berperang melawan Israel sejak 2009 ditetapkan sebagai "organisasi teroris" oleh Barat. Sama seperti Hamas, Jihad Islam mendapat kucuran dana dan senjata dari Iran.

2 dari 2 halaman

Tidak berambisi ikut pemilu

Berbeda dengan Hamas, Jihad Islam menolak mengikuti pemilihan umum dan tampaknya tidak berambisi membentuk pemerintahan di Gaza maupun Tepi Barat.

Jihad Islam dilatih Iran, tapi sebagian besar senjatanya diproduksi lokal. Walaupun bermarkas di Gaza, kelompok ini juga memiliki pemimpin di Lebanon dan Suriah.

Al-Jabari menggantikan Bahaa Abu el-Atta yang dibunuh pasukan Israel dalam serangan 2019. Pembunuhan El-Atta merupakan pembunuhan tokoh ternama Jihad Islam pertama oleh pasukan Israel sejak perang Gaza 2014.

Al-Jabari (5) juga merupakan anggota dewan militer Jihad Islam, badan pembuat keputusan kelompok tersebut di Gaza. [pan]

Baca juga:
Israel Masih Serang Gaza Meski Gencatan Senjata Sudah Disepakati
Warga Jalur Gaza Rayakan Gencatan Senjata dengan Israel
Pelapor Khusus PBB: Serangan Israel di Jalur Gaza Ilegal
Israel dan Palestina Sepakat Gencatan Senjata Setelah Serangan di Gaza
Momen Pasukan Israel Kawal ketat Warga Yahudi Masuk ke Halaman Masjid Al-Aqsa
Puluhan Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini